Jumat, 27 Desember 2013

Animal Cruelty dalam Penelitian Peternakan

Animal welfare menjadi salah satu hal yang sering diabaikan dalam animal research. Penggunaan hewan sebagai materi penelitian memungkinkan manusia untuk melakukan segala metode untuk mencapai tujuan penelitian. 

1. Penelitian kecernaan pada ruminansia



Fistula pada rumen sapi untuk penelitian kecernaan pakan secara in sacco. Rumen sapi dilubangi dan dipasangi kantong nilon untuk mengetahui dengan mudah bagaimana pakan dicerna dalam rumen.
Infeksi sangat mungkin terjadi.

Fistula rumen pada llama, terjadi kebocoran sehingga cairan rumennya tumpah

2. Penelitian kecernaan pada unggas

Penelitian kecernaan protein pada ayam dengan metode total koleksi ekskreta. Ayam diletakkan dalam kandang baterai yang ukurannya sangat sempit dan rendah sehingga ayam tidak bisa bergerak. Penelitian semacam ini biasanya menggunakan koreksi endogenous, ada ayam yang dipuasakan selama waktu observasi (2 - 3 hari), tidak diberi makan namun tetap diberi minum.

 
Force feeding untuk penelitian kecernaan di tingkat ileum. Ayam diberi pakan secara paksa, jumlahnya sesuai konsumsi untuk 1 hari namun harus habis dalam waktu 1 jam. Setelah force feeding, seringkali ayam tidak dapat bergerak dan menderita karena temboloknya terlalu penuh

Image  Image
kiri : crop tube, alat untuk melakukan force feeding pada ayam
kanan : cara melakukan force feeding, ujung selang crop tube langsung diarahkan ke dalam tembolok

3. Pengambilan darah dengan metode intrakardiak

 
Pengambilan darah dari jantung menggunakan spuit 3 ml. Dikatakan bahwa ayam tak akan mati jika metodenya benar. Ayam akan muntah darah jika yang tertusuk adalah esofagus, kemudian mati.

The poseterior vena cava and the right half of the heart are over filled with blood.
Meskipun ayam tidak mati, spuit telah melukai jantung ayam sehingga timbul pendarahan

4. Penelitian lainnya

GRAPHIC RABBIT EXPERIMENTATION VIVISECTION PICTURE TAKEN UNDERCOVER IN ANIMAL RESEARCH LABORATORY
Vivisection pada kelinci

Rongga dada kambing yang dilubangi untuk memasang jantung buatan

Anak ayam yang dipasangi elektroda pada otaknya untuk penelitian mekanisme hormon

Masih banyak penelitian lainnya dengan kekejaman terhadap hewan ternak. Apakah semua itu dilakukan demi kebaikan ternak atau keuntungan manusia?


Demi skripsi/tesis/disertasi? Demi publikasi di jurnal ilmiah?
 
Demi peningkatan produktivitas ternak, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan makanan Anda sehari-hari?

Dan akhirnya, semuanya memang bertujuan untuk memenuhi kepentingan manusia



Kamis, 26 Desember 2013

Animal Cruelty dalam Peternakan Unggas

Banyak sisi gelap dari industri peternakan. Dari waktu ke waktu, permintaan konsumen akan produk-produk ternak selalu mengalami peningkatan. Hal ini tidak lepas dari kampanye gizi yang meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sumber protein hewani, maupun perbaikan kondisi ekonomi masyarakat yang  meningkatkan daya beli terhadap produk peternakan.

Demi memenuhi kebutuhan konsumen, segala upaya dilakukan oleh peneliti dan peternak untuk meningkatkan produktivitas ternak. Seringkali peningkatan produktivitas tidak diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan ternak. Berikut ini adalah kasus-kasus pengabaian animal welfare di industri peternakan unggas.

1. Masalah kepadatan

Ayam broiler berdesak-desakan di kandang yang padat. 
Tidak ada cukup ruang untuk bergerak. Kelembaban udara, karbon dioksida, dan kadar amoniak sangat tinggi, litter selalu basah dan kotor sehingga menurunkan kesehatan ayam. 


Tubuh ayam berlumur feses dan litter karena kandang yang kotor

 
Kulit yang teriritasi oleh amoniak

Tiap unit kandang baterai idealnya diisi 1 ekor ayam, maksimal 2 ekor. Namun banyak peternak yang memasukkan lebih dari 3 ekor ayam (dalam gambar ini ada 7 ekor ayam). Ayam tak bisa bergerak dan mengalami cacat karena posisi tubuh selalu sama. Ayam dengan tulang bengkok banyak ditemukan pada peternakan semacam ini.

2. Beak trimming

Beak trimming banyak dilakukan di peternakan ayam petelur untuk mencegah ayam mematuk-matuk telur. Ujung paruh dihilangkan dengan electrical debeaker saat ayam masih kecil (periode starter). Rasa sakit, infeksi dan kesulitan makan adalah dampak yang paling sering terjadi akibat beak trimming.

3. Pemusnahan ayam afkir

DOC jantan dimusnahkan di perusahaan penetasan karena tidak berguna untuk peternak ayam petelur, dan secara genetis tidak efisien untuk dipelihara sebagai ayam pedaging. Pemusnahannya dengan cara merebus hidup-hidup dan dikeringkan 

Quick and easy: A crate of newborn chicks is tipped into a pot of boiling water as the mass extermination of poultry continues in China triggered by the current outbreak of H7N9 bird flu in the country
Pemusnahan ayam dengan direbus hidup-hidup

OK Foods Laps
Decompression, yaitu ayam ditempatkan dalam silinder besar dengan tekanan udara tinggi dan kadar oksigen yang sangat rendah. Kematian terjadi secara lambat akibat kekurangan oksigen.

Killing foam, yaitu membunuh ayam dengan busa. Zat kimia dalam busa menyebabkan iritasi mata, membren mukosa, dan kulit serta mengganggu respirasi ayam

4. Kecacatan akibat pertumbuhan yang terlalu cepat

 
Ayam broiler lumpuh karena pertumbuhan tulangnya tidak mampu mengimbangi pertumbuhan daging yang pesat (dyschondroplasia)

5. Pemuasaan pada Ayam di Breeding Farm

Ayam pembibit harus selalu terkontrol bobot badannya. 
Pemuasaan adalah salah satu cara mengontrol bobot badan, namun seringkali dilakukan secara tidak layak sehingga ayam menderita kelaparan dan kekurangan nutrien

6. Force feeding

Force feeding dilakukan pada bebek dan angsa dengan corog logam yang beresiko merusak esofagus. Esofagus yang berdarah, paruh & lidah rusak adalah efek yang paling sering terjadi. Force feeding dilakukan untuk penggemukan dan memperoleh bobot hati yang besar. 

Demi menghasilkan hati yang besar & berlemak (= foie gras)

Alt
kiri : hati dari bebek dengan force feeding, sangat besar & pucat
kanan : hati bebek normal

Ducks are immobilized in cages without escape from the force feeding, living and dying in cruelty and pain. 
Bebek & angsa juga dipelihara dalam single cage berukuran sangat sempit sehingga tak bisa bergerak, seringkali menyebabkan luka dan cacat

7. Transportasi dan Pemotongan

Pengangkutan ayam selalu begini. Dijejalkan di boks yang sempit, ditumpuk-tumpuk. 

Di Indonesia, ayam dibawa dengan sepeda motor dalam posisi dibalik. 
Kepala ayam bisa saja terjepit jeruji roda

Ayam tiba di rumah pemotongan unggas (RPU) dengan berlumur kotoran mereka sendiri

Di RPU yang menggunakan mesin, semua dilakukan secara cepat. Banyak ayam yang belum benar-benar mati saat penyembelihan, mereka masih hidup saat dicelupkan air panas untuk proses pembersihan bulu

madani-halal-slaughtered-chicken

Penyembelihan unggas yang menggunakan mesin seperti ini, yang memutar sekaligus memotong leher unggas

Semoga artikel ini mampu memberi informasi yang berguna untuk Anda, sekaligus membuka mata mengenai fakta di balik makanan yang Anda santap.

Sumber :

 
 
Cruelty behind your favorite foods


Rabu, 25 Desember 2013

Evil Doctors (Warning! Very Disturbing Pictures)

PERHATIAN, ARTIKEL INI MENGANDUNG GAMBAR-GAMBAR SADIS

Shiro Ishii, Dokter Sadis dari Jepang


Shiro-ishii.jpg


Dia dijuluki doctor death & dr.evil bukan tanpa alasan. Shiro Ishii (lahir 25 Juni 1892, mati 9 Oktober 1959) adalah seorang mikrobiologis Jepang yang berpangkat letnan jenderal di unit 731, yaitu unit senjata biologis di militer kekaisaran Jepang. Dia lulus dari Kyoto Imperial University, menjadi dokter pada tahun 1920. Awal kariernya pada tahun 1921 adalah sebagai dokter bedah militer, kelas kedua (letnan). Dia dikenal sebagai dokter yang brilian, dua tahun kemudian dia mengambil spesialis di Kyoto Imperial University. Pada tahun 1925 dia dipromosikan sebagai dokter bedah kelas pertama (kapten). Pada tahun 1928 dia memulai perjalanan 2 tahun ke barat, melakukan penelitian ekstensif tentang senjata biologis & kimia. Dia dipromosikan sebagai dokter bedah senior (kelas ketiga, mayor) pada Januari 1931, dan sebagai kolonel pada tahun 1935. 

Serangan Jepang ke Manchuria pada 1931 memberi kesempatan pada Ishii untuk melakukan percobaan pada manusia. Ishii membawahi 300 orang pasukan yang disebut unit Tongo.


peta lokasi pengembangan senjata biologis pasukan Jepang

Shiro Ishii dan Unit 731



Pada tahun 1936, unit 731 dibentuk. Unit tersebut dibangun oleh buruh kerja paksa China. Ukurannya sangat besar, terdiri atas 150 bangunan di atas lahan seluas 6 km persegi di pinggiran kota Harbin, China. Penelitian di unit 731 sangat dirahasiakan, bahkan disebutkan bahwa unit 731 hanya meneliti purifikasi air untuk persediaan air minum. Orang China menyebut Unit 731 sebagai penjara Zhong Ma. Lebih dari 500 orang ditahan di penjara tersebut karena dianggap kriminal & mencurigakan. Pasukan Jepang menyebut tahanan sebagai "maruta".


Unit 731
Unit 731 dekat Harbin


Ishii memulai penelitian lapangan tentang pengembangan senjata biologis menggunakan mikroba, dan berbagai uji ledakan (dengan granat, bom, dsb.) Objek penelitiannya adalah para tawanan perang China di unit 731, hasil penelitiannya diaplikasikan untuk membunuh warga di kota-kota China. Banyak orang tewas akibat senjata biologis seperti penyakit sampar (plague), antraks, cacar, kolera, tifus, disentri, dan botulisme. 


Percobaan yang dilakukan terhadap tawanan perang di unit 731 sangat kejam, meliputi vivisection pada manusia hidup, aborsi paksa, uji infeksi, simulasi stroke, serangan jantung, hipotermia. Para tawanan perang dipaksa untuk menghirup udara & makan makanan yang terkontaminasi, juga disuntik mikroba patogen. Korban juga diekspos dengan ledakan untuk uji bom, direbus hidup-hidup, dibunuh dengan sentrifuse besar. Ada mesin pendingin besar untuk simulasi hipotermia, para korban ditempatkan di sana dengan suhu rendah yang ekstrim untuk menentukan metode penanganan hipotermia. Disediakan tanur besar untuk memusnahkan tubuh para korban.


Ketika Ishii menginginkan otak manusia untuk ekperimen, tentaranya membelah tengkorak seorang tawanan dengan kapak untuk memperoleh otak sesegera mungkin. Tawanan yang disuntik bakteri sampar (bubonic plague) dan antraks mengalami demam hingga 40 derajat celsius selama 12 hari, korban yang bertahan dari infeksi masih hidup 19 hari sebelum dilakukan vivisection. Tawanan juga diracuni dengan gas phosgene atau disuntik potasium sianida, ada juga yang dialiri listrik dengan tegangan 20.000 volt. Semuanya didokumentasi untuk keperluan observasi di unit 731.


Unit 731 mampu memproduksi 300 kg bakteri per bulan dan menyebabkan wabah penyakit di Manchuria pada tahun 1940an. Mereka mengkontaminasi sumber air minum, melepas kutu pembawa bakteri, menjatuhkan gandum yang terkontaminasi dari pesawat. Ishii dan orang-orangnya menyebabkan kematian banyak orang China, dan mungkin ratusan orang Rusia & pasukan sekutu yang menjadi tawanan perang.


Ishii sempat mempublikasikan artikel ilmiah mengenai hasil penelitiannya, tetapi saat itu dia mengklaim bahwa eksperimennya menggunakan monyet.


Ishii melakukan vivisection pada seorang tawanan China tanpa anestesi

Gergaji dan kait yang digunakan untuk amputasi dan pengambilan organ

Ranjang penyiksaan untuk mengamati reaksi korban terhadap rasa sakit

Tangan korban yang telah terinfeksi antraks

Tubuh para korban yang akan dimusnahkan setelah eksperimen

Unit 731
Percobaan dengan gas beracun

Unit 731
Diseksi pada anak kecil

 Unit 731
Vivisection pada seorang gadis yang hamil setelah diperkosa

Wajah wanita ini terbakar karena disembur dengan gas fosfor

Wanita yang mengalami gangrene karena diinfeksi dengan Clostridium perfringens

Wanita Rusia yang mati setelah uji bom

Vivisection pada wanita hamil untuk melihat efek perlakuan pada fetus

Shiro Ishii Tidak Dihukum atas Perbuatannya


Tindakan yang dilakukan di Unit 731 adalah kejahatan perang tingkat tinggi. Shiro Ishii memalsukan kematiannya pada tahun 1945 dan pergi bersembunyii, namun ia dan orang-orangnya berhasil ditangkap & ditahan oleh pihak berwenang AS. Interogator dari Fort Detrick memimpin interogasi. Awalnya Ishii  tidak bersedia memberikan keterangan, namun ia menyadari bahwa pihak Soviet juga ingin menginterogasinya, dan cara interogasi Soviet mungkin lebih keras daripada AS. Oleh karena itu Ishii menawarkan untuk membeberkan hasil eksperimennya asalkan ia diberi imunitas (tidak diproses secara hukum). Pihak AS menyetujuinya karena mereka ingin mempelajari tentang senjata biologis namun AS tidak mungkin melakukan eksperimen sendiri. Akhirnya Ishii memperoleh imunitas  pada tahun 1946. Ishii mati sebagai orang bebas pada tahun 1959 (usia 67 tahun) akibat kanker tenggorokan.

Dokter Nazi yang Sadis: Josef Mengele

Selain Shiro Ishii, ada juga dokter Nazi yang melakukan eksperimen pada manusia, yaitu Josef Mengele (16 Maret 1911 - 7 Februari 1979). Dia bekerja di Camp Auschwitz, salah satu camp Nazi di Polandia. 

josef mengele experiments. of Death#39; Josef Mengele to
Josef Mengele

Dia mendalami penelitian tentang hereditas & tertarik mempelajari tentang anak kembar. Dia menggunakan anak-anak dan wanita  untuk eksperimen, khususnya anak kembar (sebagian besar adalah anak Yahudi dan Gypsy).

Pasangan anak kembar dijahit menjadi satu, masing-masing dipotong tungkai & lengannya. Amputasi, pembedahan untuk pengangkatan ginjal dan tungkai, transplantasi organ, operasi pengubahan jenis kelamin dilakukan tanpa anestesi. Banyak yang meninggal karena infeksi parah dan kesakitan. Dia melakukan eksperimen untuk mengubah warna mata anak-anak dengan meneteskan cairan kimia ke mata mereka. Pada tahun 1943 dia melakukan eksperimen pada tahanan wanita, melakukan sterilisasi paksa dan terapi elektrokonvulsif. Dia juga melakukan vivisection pada wanita hamil untuk melihat perkembangan fetus.

Dia juga melakukan eksperimen malaria, simulasi hipotermia dan pembekuan, uji benturan kepala, gas beracun, ledakan gas fosforus, transplantasi organ, dan uji antibiotik. Korban diinfeksi dengan bakteri Clostridium perfringens, Streptococcus, C. tetanii  untuk melihat efektivitas  antibiotik sulfonamide. 


anak-anak yang menjadi korban

anak kembar dijahit menjadi satu untuk menghasilkan conjoined twins (kembar siam)

tiap anak kembar dihilangkan satu tungkainya untuk membentuk conjoined twins 

eksperimen pada mata anak-anak

percobaan hipotermia, korban dimasukkan dalam air dingin

Tumpukan tubuh korban

Nyawa manusia seperti tidak berharga di sini. Benar-benar mengerikan..

Sumber :
http://www.environmentalgraffiti.com
http://www.toddlertime.com/bobbystringer/unit-731.htm
http://www.jesus-is-savior.com/Disturbing%20Truths/unit_731_atrocities.htm
http://patriotdems.wordpress.com/2009/08/29/shiro-ishii-japans-medical-monster/shiro-ishii/
http://www.pbs.org/wgbh/americanexperience/features/biography/weapon-biography-shiro-ishii/
http://en.wikipedia.org/wiki/Shir%C5%8D_Ishii
http://en.wikipedia.org/wiki/Josef_Mengele
http://la8period3.pbworks.com/w/page/25942446/Joesef%20Mengele's%20Decison