Jumat, 19 April 2013

STOP ANIMAL CRUELTY!!


Siapakah yang tidak miris melihat video semacam ini?
Mereka memang hewan ternak yang dipelihara untuk dikonsumsi, tetapi haruskah mereka diperlakukan seperti itu? Benar-benar melanggar animal welfare!
Perasaan saya campur aduk menonton video ini. Ngeri, marah, sedih.. Soalnya memang kejam sekali!!

ini linknya:

Cruel Animal Killing (Farm to Fridge)

Bayangkan, bagaimana kalau manusia yang diperlakukan seperti itu??


Beberapa foto tentang kekejaman pada hewan ternak:


di perusahaan penetasan, DOC cacat atau yang tidak menetas sempurna dibunuh dengan cara direbus hidup-hidup

padatnya!! mati pun tidak akan ketahuan kalau begini

Force feeding pada bebek. Tujuannya untuk penggemukan. Corong logam dipaksa masuk sampai esofagus & mencapai tembolok, lalu diisikan pakan banyak-banyak

Lidah luka, paruh rusak, esofagus berdarah gara-gara logam yang dipakai untuk force feeding

Kandang babi yang super sempit. Tujuannya supaya pakan efisien untuk penggemukan, bukan untuk bergerak. Tapi lihat, pastinya luka-luka kalau kesempitan begini..

ditendang..

diinjak-injak

kalau tidak mau jalan/ jalannya lambat, sapinya dibeginikan..

Sapi dibiarkan sakit di kandang yang kotor & tidak dikasih makan..

Pedet ditarik dengan kasar untuk dipisahkan dari induknya

pedet yang baru lahir tidak terurus, jatuh ke saluran tempat kotoran 

Sapi diglonggong, dipaksa minum air banyak-banyak dari selang. Rumen pun bisa meledak kalau begini caranya

Dipukul supaya mau turun dari truk

sapi dikerek kayak bendera

Badan sapi dibalik untuk dibantai

Kuda pun sama. Dibalik sebelum dibantai

Pembantaian kuda..


Menyembelih yang berlebihan tapi tidak tepat memutus 3 saluran sehingga matinya lama walaupun kepala hampir putus

ALANGKAH KEJAMNYA!!

hewan pun bisa menangis

Animal Welfare


Definisi

Animal welfare atau kesejahteraan hewan adalah suatu usaha yang timbul dari kepedulian  manusia untuk memberikan lingkungan yang sesuai untuk hewan. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup hewan, khususnya yang terikat dan terkurung.

Prinsip animal welfare  berlaku untuk semua jenis hewan, baik hewan ternak, hewan peliharaan, hewan percobaan, hewan yang dikonservasi, hewan pertunjukan, maupun hewan liar.



Sejarah Animal Welfare

Inggris telah mengembangkan perlindungan hewan (animal protection) sejak tahun 1500-an, tidak berbeda jauh dengan perkembangan di Benua Eropa dan Amerika Utara. Jeremy Bentham adalah pelopor konsep animal welfare di abad 18-an, yang mempertanyakan  ‘apakah hewan bisa menderita?’. Pernyataan ini merupakan konsep dasar dari perkembangan kesejahteraan hewan (European Communities, 2007). Pada tahun 1824, berdiri organisasi asal Inggris yang bernama Society for the Prevention of Cruelty to Animals (SPCA), yang melindungi dan mencegah kekerasan pada kuda sebagai transportasi (Compassion in World Farming, 2012).

Tahun 1967, Peter Robert (petani asal Inggris) mendirikan Compassion in World Farming untuk memprotes dan melawan kekerasan pada hewan ternak (European Communities, 2007). Compassion in World Farming berkembang menjadi organisasi yang kantornya tersebar sampai ke negara Irlandia, Perancis, Belanda, dan perwakilan di 7 negara lainnya termasuk di Afrika Selatan dan Oseania (Compassion in World Farming, 2012). Sejak tahun 1970-an, perlindungan hewan terbagi menjadi dua, yaitu kesejahteraan hewan (animal welfare) dan hak asasi hewan (animal right). Tahun 2002, Jerman menjadi negara Eropa pertama yang mempunyai undang-undang tentang perlindungan hewan yang berbunyi “Negara bertanggung jawab terhadap perlindungan dasar alam dalam kehidupan hewan untuk generasi yang akan datang”. Swiss diketahui juga memasukan perlindungan hewan ke dalam amandemen undang-undang.



Five of Freedom


Dalam konsep animal welfare  ada 5 kebebasan (five of freedom) yang harus dipenuhi agar hewan bisa hidup dengan layak dan normal, yaitu :


1. Freedom from hunger and thirst 

Yaitu kebebasan dari rasa lapar dan haus. Manusia harus memberikan pakan dan air minum yang higienis dan  memenuhi kebutuhan nutrien tiap hewan. 

2.Freedom from thermal and physical discomfort 

Yaitu kebebasan dari rasa panas dan ketidaknyamanan fisik. Manusia harus menyediakan lingkungan tempat tinggal yang nyaman bagi hewan, antara lain dengan suhu & kelembaban yang nyaman, tidak sempit/ada ruang yang cukup untuk bergerak (exercise), pencahayaan yang sesuai kebutuhan, mudah mengakses pakan & air minum, serta selalu terjaga kebersihannya. Untuk proses pengangkutan, hewan tidak boleh dijejalkan dalam tempat yang pengap dan terlalu sesak. Kendaraan pun seharusnya minim guncangan agar hewan merasa nyaman.

3. Freedom from injury, disease and pain 

Yaitu kebebasan dari luka dan rasa sakit. Hewan tidak boleh diperlakukan dengan kasar sehingga menyebabkan cedera (dipukul,dicambuk,ditendang,dibanting,ditarik,diinjak-injak dll). Hewan yang sakit harus segera mendapat penanganan, dirawat dan diobati dengan layak.

4. Freedom to express most normal pattern of behavior 

Yaitu kebebasan untuk mengekspresikan tingkah laku normalnya, termasuk bergerak dan berinteraksi sosial. Karena itu lingkungan tempat tinggal yang disediakan harus mendukung, kandang tidak boleh terlalu sempit agar ada ruang gerak. 

5.
 Freedom from fear and distress 
Yaitu kebebasan dari rasa takut dan stress. Hewan tidak boleh diperlakukan kasar sehingga menyebabkan takut dan stress.
 

Free range farming yang menekankan pada prinsip animal welfare


Pengangkutan ternak sesuai prinsip animal welfare, ada cukup ruang

Bagaimana dengan orang Indonesia?
Sudahkah kita peduli dengan animal welfare??

Dampak Flu Burung terhadap Industri Perunggasan

  


PENDAHULUAN

     Virus Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 menjadi masalah kesehatan global karena memiliki evolusi yang cepat, genetik yang beranekaragam, rentangan inang yang luas, cepat ditularkan di antara populasi unggas, dan berpotensi menular kepada manusia (Zhou et al., 2012). H5N1 endemik pada unggas di banyak negara dan menjadi ancaman pandemik yang berarti. Virus H5N1 memiliki variasi genetik yang berkaitan dengan virulensi, resistensi obat, dan adaptasi terhadap inang baru. Virus H5N1 pertama kali dideteksi pada tahun 1997. Wabah H5N1 pertama pada unggas terjadi di China tahun 1996 tetapi kasus pertama pada manusia pertama kali dideteksi di Hongkong pada tahun 1997. Infeksi H5N1 meluas di Asia Timur dan Asia Tenggara pada Desember 2003, secara cepat mempengaruhi 7 negara, yaitu Kamboja, China, Indonesia, Jepang, Laos, Thailand, dan Vietnam. Virus ini endemik pada unggas dan telah mengakibatkan infeksi zoonosis berulang pada manusia (Gutierrez et al., 2009).  

PEMBAHASAN

Perkembangan dan Penyebaran Virus H5N1

        Unggas air (itik dan angsa) adalah reservoir alami bagi virus influenza A seperti flu burung karena semua 16 hemaglutinin (HA) dan 9 neuraminidase (NA) subtipe virus influenza A diisolasi dari inang unggas air (Kim et al., 2008). Virus H5N1 awalnya berkembang pada itik lokal China yang memiliki ketahanan terhadap virus ini, namun kemudian tersebar ke negara-negara Asia lainnya melalui burung yang bermigrasi dan perdagangan unggas (Gutierrez et al., 2009).
        Virus HPAI H5N1 memiliki gen HA dan NA yang diturunkan dari prototip virus A/Gs/Gd/1/96 dimana gen-gennya mengkodekan 6 protein internal (PB2, PB1, PA, NP, M, dan NS) (Duan et al., 2008). Ada 10 clade (kelompok genetik) berbeda dari virus H5N1, tergantung pada evolusi gen hemaglutinin H5 (WHO, 2009).
        Selama 2003 – 2006 ada dua clade yang tersebar di Asia Tenggara, yaitu clade 1 dan 2.Clade 1 menyebabkan wabah pada unggas dan manusia di Thailand, Vietnam, Malaysia, Laos, dan Kamboja. Clade 2 terdapat di Indonesia, sejak tahun 2003 subclade  2.1.1 menyerang ayam, sedangkan subclade 2.1.2 dan 2.1.3 menyerang ayam dan manusia.Subclade 2.3.2 menyerang ayam dan burung migran di Vietnam pada tahun 2005, subclade2.3.4 menyerang unggas di Laos, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Deteksi manusia menjadi inang bagi virus ini yaitu pertama kali di Vietnam pada tahun 2007 (Le et al., 2007).
Vietnam dan Indonesia merupakan negara yang mengalami kasus wabah flu burung yang terparah, baik pada unggas maupun manusia. Virus H5N1 yang mewabah di Indonesia sampai tahun 2009 adalah dari clade 2.1 yang bersifat lebih patogen dari clade lainnya, yaitu clade 1 (Kamboja, Thailand, Vietnam) dan clade 2.3 (China) (Gutierrez et al., 2009).Subclade 2.3.2 yang menyerang itik mulai mewabah di Indonesia sejak tahun 2012. Virulensi virus subclade 2.3.2 sama dengan virus subclade 2.1.3, namun berbeda gejala dan inang (Balitbang Kementan, 2013).  

Gejala Infeksi Virus H5N1

            Virus subclade 2.1.3 yang menyerang ayam pada tahun 2009 menyebabkan gejala seperti jengger dan pial yang bengkak dan berwarna kebiruan, pendarahan merata pada kaki unggas berupa bintik-bintik merah (ptekhi), adanya cairan di mata dan hidung serta timbul gangguan pernafasan, keluarnya cairan jernih hingga kental dari rongga mulut, diare akut, cangkang telur lunak, dan tingkat kematian yang tinggi (mendekati 100%) dalam 2 - 7 hari. Virus subclade 2.3.2 yang menyerang itik pada tahun 2012 menyebabkan gejala leher terputar, kejang, sulit berdiri, menurunnya konsumsi pakan, dan mata berwarna keputihan, dan penurunan produksi telur secara tiba-tiba. Sementara itu, gejala klinis pada manusia yang disebabkan oleh infeksi subclade 2.1.3 dan 2.3.2 tidak berbeda, yaitu demam tinggi, sakit tenggorokan, batuk, sekresi mukus, nyeri otot, sakit kepala, lemas, dan sesak nafas. Dalam waktu singkat gejala dapat menjadi kronis berupa pneumonia, kematian terjadi apabila tidak ditangani dengan baik. Masa inkubasi virus influenza bervariasi antara 1 – 7 hari (BIN, 2013).

Dampak Ekonomis dari Wabah Flu Burung di Indonesia

      Virus flu burung subclade 2.3.2 telah menyebar di 69 kabupaten/kota di 11 provinsi di Indonesia sejak Oktober 2012 hingga awal Januari 2013. Penyebaran virus ini relatif cepat, pada 26 Desember 2012 virus tersebut menyebabkan kematian 150.000 ekor itik di 50 kabupaten/kota di 9 provinsi (Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, Lampung, Riau, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan). Angka kematian itik meningkat menjadi 242.000 ekor pada 10 Januari 2013 di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Bali (BIN, 2013).
      Menurut Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (2013), hingga minggu pertama Januari 2013 kerugian akibat ternak mati yaitu sebesar Rp 17,5 miliar. Potensi kerugian akibat kehilangan produksi telur  yaitu sebesar Rp 114 miliar, setara dengan 95,8 juta butir telur per tahun. Populasi itik di Indonesia yaitu sekitar 50 juta ekor. Dengan rata-rata kepemilikan 100 ekor per peternak, diperkirakan ada 500.000 peternak dan keluarganya yang merasakan dampak ekonomis dari wabah flu burung, jumlah ini belum menyertakan pelaku usaha di bidang pengolahan telur menjadi telur asin (Prabowo, 2013).

 Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Kasus Flu Burung

   Menurut Kepala Balitbang Pertanian Kementan, Haryono (2013) pemerintah telah meningkatkan anggaran penanggulangan virus flu burung tahun ini dari Rp 500 juta menjadi Rp 800 juta.  Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Kementan Bess Tiesnamurti (2013) tidak perlu ada penanganan khusus bagi itik atau ayam yang terserang virus flu burung subclade 2.3.2. Penanganan kasus ini sama dengan kasus flu burung sebelumnya, yaitu dengan delapan strategi pengendalian, antara lain biosekuriti, vaksinasi, pengawasan lalu lintas, restrukturisasi perunggasan, kewaspadaan publik, dan peraturan perundangan. 
      Pemerintah telah memerintahkan kepada seluruh instansi dan asosiasi terkait peternakan unggas untuk melakukan depopulasi itik akibat infeksi virus H5N1. Depopulasi merupakan pengurangan populasi dengan cara memusnahkan unggas hidup yang berada di wilayah terjangkitnya virus flu burung dengan radius 1 km. Menurut Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Pujiatmoko (2013), pemerintah mewajibkan depopulasi itik secepatnya di peternakan lokal untuk mencegah penyebaran virus flu burung pada itik yang telah menjangkiti beberapa daerah. Kementerian Pertanian juga berencana untuk memproduksi satu juta unit vaksin flu burung pada Februari 2013 untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri.
   Sejumlah strategi yang bersifat praktis telah diusulkan oleh pemerintah, beberapa di antaranya sedang dalam pemrosesan meskipun surat keputusan penetapan status wabah belum dikeluarkan oleh Menteri Pertanian Suswono hingga 9 Januari 2013. Hal ini disebabkan karena status wabah flu burung pada unggas sudah dicabut Menteri Pertanian Anton Apriyantono tahun 2005 bersamaan dengan penghapusan peran otoritas veteriner pada eselon I. Otoritas veteriner mengacu UU No 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, merupakan kelembagaan yang dibentuk pemerintah dalam pengambilan keputusan tertinggi yang bersifat teknis kesehatan hewan. Dalam setiap pengambilan kebijakan, lembaga ini harus melibatkan keprofesionalan dokter hewan dengan mengerahkan semua lini kemampuan profesi mulai dari mengidentifikasi masalah, menentukan kebijakan, mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan, sampai dengan mengendalikan teknis operasional di lapangan. Kelembagaan pemerintah yang dimaksud bisa berbentuk direktorat jenderal, yang dipimpin oleh pejabat pemerintah eselon 1. Otoritas veteriner sempat dikembalikan pada profesi dokter hewan, namun kembali dihilangkan. Tidak ada pejabat eselon 1 yang memiliki kewenangan otoritas veteriner di Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian saat ini meskipun UU No 18/2009 mewajibkan hal tersebut. Pejabat di bawah eselon 1 tidak cukup karena kebijakan veteriner tidak hanya mengikat secara nasional, tetapi juga internasional terutama karena adanya era perdagangan bebas (Prabowo, 2013).

KESIMPULAN

      Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa patogenisitas virus H5N1 yang mulai menyebar di Indonesia pada tahun 2003, 2009 dan 2012 sama meskipun berbedasubclade, inang, dan gejala. Penyebaran flu burung berdampak besar bagi masyarakat dari segi ekonomis. Penanganan kasus flu burung di Indonesia pada tahun 2012 – 2013 belum didukung oleh kebijakan pemerintah yang memadai meskipun sudah ada undang-undang yang mengatur hal tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2013. Flu Burung pada Itik Ganas. http://megapolitan.kompas.com.          /read/2013/01/03/03422438/Flu.Burung.pada.Itik.Ganas (3 Januari 2013).

  Inte    Badan Intelijen Nasional. 2013. Waspadai Penularan Virus Flu Burung ke Manusia. http://www.bin.go.id/awas/detil/185/4/10/01/2013/waspadai-penularan-virus-flu-burung-ke-manusia (10 Januari 2013).

            Duan, L., J. Bahl, G. Smith, J. Wang, D.Vijaykrishna, L. Zhang, J. Zhang, K. Li, X. Fan, C. Cheung, K. Huang, L. Poon, K. Shortridge, R.Webster, J. Peiris, H. Chen, Y. Guan. The development and genetic diversity of H5N1 influenza virus in China, 1996-2006. Virology 380 : 243-254.

Gutierrez, R.A., M.J. Naughtin, S.V. Horm, S. San, dan P. Buchy. 2009. A(H5N1) virus evolution in South  East Asia. Viruses 1 : 335-361.

Virus Influenza Tipe A


Virus Influenza Tipe A dan Subtipenya

Virus influenza tipe A menyebabkan influenza pada unggas dan beberapa mammalia. Virus ini tergolong dalam genus Orthomyxoviridae. Beberapa isolat virus influenza tipe A menyebabkan penyakit akut pada unggas dan manusia.

Virus Influenza Tipe A 

Virus influenza tipe A dikategorikan ke dalam beberapa subtipe tergantung dari tipe protein yang dikandung pada permukaan tubuh virus:
 = hemagglutinin, yaitu protein yg menyebabkan penggumpalan sel darah merah
N  = neuraminidase, yaitu enzim yg memecah ikatan glikosida menjadi monosakarida dan neuraminic acid
Misalkan pada subtipe H5N1, ada 5 protein H dan 1 protein N yg menyusun tubuh virus.


Struktur Virus Influenza Tipe A 


Diketahui ada 17 subtipe H dan 9 subtipe N, secara teoritis dapat membentuk 153 macam kombinasi.

Subtipe virus influenza A yaitu:
·                     H1N1 yg menyebabkan "Spanish Flu/Flu Spanyol"  menewaskan 50 - 100 juta orang di seluruh dunia pada tahun 1918-1919. Virus H1N1 juga menyebabkan wabah flu babi pada tahun 2009
·                     H2N2 yg menyebabkan "Asian Flu/Flu Asia" pada akhir tahun 1950an. Wabahnya pertama kali terjadi di China (1957) , menyebar ke seluruh dunia pada tahun yg sama saat vaksin influenza sedang dikembangkan hingga tahun 1958. Wabah ini menyebabkan kematian 1-4 juta orang.
·                     H3N2 yg menyebabkan "Flu Hongkong" pada akhir tahun 1960an. Subtipe ini berkembang dari subtipe H2N2 dengan perubahan antigen. Pandemi flu Hongkong terjadi pada tahun 1968-1969 yg menewaskan lebih dari 750.000 orang. 
·                     H5N1 adalah ancaman pandemi influenza utama bagi dunia sejak pertengahan era 2000an. Kita mengenal virus ini sebagai virus flu burung yg menyebabkan kematian unggas & dapat menular pada manusia (zoonosis).
Jika dibandingkan dengan virus H1N1 yg menyebabkan wabah global pada thn 1918, virus H5N1 memiliki 25-30 variasi dari 4400 macam asam amino virus. Hal inilah yg menyebabkan virus H5N1 cepat berkembang & bermutasi menjadi virus yg ganas.
·                     H7N7 memiliki potensi zoonotik yg tidak lazim. Di Belanda, dilaporkan sebanyak 89 orang terinfeksi flu akibat virus H7N7 menyusul wabah di beberapa peternakan ayam, dilaporkan ada 1 kasus kematian.
·                     H1N2 bersifat endemik pada populasi manusia & babi. Strain H1N2 yg baru muncul akibat keragaman gen virus subtipe H1N1 dan H3N2. Protein hemagglutinin H1N2 sama seperti H1N1 sedangkan protein neuraminidase nya sama seperti H3N2.
·                     H9N2 menyebabkan infeksi Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI)  pada tahun 1999 di China & Hongkong pada 2 orang anak serta thn 2003 di Hongkong pada 1 anak. Ketiga anak tersebut berhasil disembuhkan.
·                     H7N2 menginfeksi 1 orang di New York (2003) dan 1 orang di Virginia (2002), keduanya berhasil disembuhkan
·                     H7N3 dilaporkan tersebar di Amerika Utara di beberapa peternakan unggas pada Februari 2004. Pada April 2004 sebanyak 18 peternakan dikarantina, sebanyak 2 kasus pada manusia terjadi dengan gejala konjungtivitis dan gejala mirip influenza ringan. Keduanya berhasil sembuh.
·                     H5N2 menyebar di Jepang pada tahun 2005, menginfeksi beberapa pekerja peternakan unggas di prefektur Ibaraki pada Januari 2006.
·                     H10N7 dilaporkan menginfeksi manusia untuk pertama kalinya di Mesir tahun 2007. Ada 2 balita terinfeksi, ayah dari salah satu balita tersebut adalah seorang pedagang unggas.


Berdasarkan patogenisitasnya, virus influenza A yg menyerang unggas digolongkan menjadi 2 kategori:
1.                   HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza)dapat menyebabkan penyakit akut dengan angka mortalitas tinggi, mencapai 90-100% pada ayam dalam waktu 48 jam. Itik dapat terinfeksi dengan tidak menunjukkan gejala
2.                   LPAI (Low Pathogenic Avian Influenza) tidak menyebabkan gejala atau hanya penyakit ringan seperti kerontokan bulu dan penurunan produksi telur.
Vaksin yang sering digunakan untuk mencegah infeksi Virus Influenza Tipe A:
2009 pandemic (Pandemrix), Fluzone, Influvac, Live Attenuated Influenza Vaccine (LAIV), Optaflu

Pengobatan
Amantadine, Arbidol, Laninamivir, Oseltamivir, Peramivir, Rimantadine, Vitamin D, Zanamivir

Sumber:
http://www.cdc.gov/flu/avianflu/influenza-a-virus-subtypes.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Influenza_A_virus

Photoshop Suka-suka : The Ring


Baru-baru ini saya lagi suka nonton film The Ring telat banget, padahal ne film produksi tahun 2002 . Film horor ini adalah versi Amerika dari Ringu, film horor Jepang yang legendaris dengan hantu sumurnya, gadis indigo bernama Sadako Yamamura. Bedanya, tokoh hantu di The Ring versi Amerika ini adalah anak kecil, namanya Samara Morgan. Jalan ceritanya juga berbeda dengan Ringu Jepang. Tapi mereka sama-sama menyebarkan kutukan lewat kaset video, mereka datang untuk membunuh orang tersebut setelah 7 hari. Korban tidak akan didatangi & dibunuh jika dia mengcopy video itu dan menunjukkannya kepada orang yang belum menonton.

Berhubung film ini adalah film lama, pastinya reviewnya udah banyak banget lah di internet. Jadi saya gak akan mereview film ini secara detail.. Saya bikin postingan tentang film The Ring  karena saya sedang kesengsem dengan Samara Morgan, hehe.. Unyu banget tu bocah (waktu masih jadi manusia). Samara Morgan versi manusia diperankan oleh Daveigh Chase, Samara versi hantu diperankan oleh Kelly Stables.
Samara Morgan saat masih hidup
Samara Morgan saat sudah jadi hantu

Saya suka iseng dengan Photoshop. Sebenernya belom lihai banget, pokoknya hobi saya bikin gambar aneh-aneh. Kayak gini misalnya..
jreengg... ngefek banget tuh shampoonya

Hehehe.. Samara kan masih anak-anak, gimana kalo jadi model iklan shampoo buat anak-anak? 

Di era modern kayak sekarang kan udah gak jaman nyebarin video lewat videotape. Mau cepat terkenal? Pake YouTube dong, dek Samara.. 
Samara dengan laptop pink, cakep kan? xixixi..

Gambar di atas bukan bermaksud untuk jelek2in produk/pihak tertentu, mohon maaf ya kalo ada yang tersinggung...

Aku juga memposting kedua gambar di atas di akun deviantart-ku, di sini

Begitulah kegiatanku kalo lagi iseng ato ga ada kerjaan..hohoho

Program Vaksinasi untuk Ayam Broiler dan Petelur


Vaksinasi pada ayam sangat diperlukan karena vaksinasi merupakan salah satu program pencegahan penyakit. Vaksinasi adalah proses memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan ke dalam tubuh ayam untuk menstimulasi terbentuknya kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.



Secara umum, program vaksinasi selama pemeliharaan ayam adalah sebagai berikut:

Ayam Broiler

Umur
Jenis Vaksin
Metode
1 hari
(di hatchery)
Marek's disease
Subkutan (leher bagian belakang)
3 – 5 hari
ND-IB (NDB 1)
Intra ocular (tetes mata) /intra nasal (tetes hidung)
10 – 11 hari
IBD (Gumboro A)
Air minum
17 – 18 hari
ND Lasota
Air minum / intra ocular/nasal
14 – 21 hari
Laryngotracheitis  (endemik di daerah tertentu)
Air minum
25 hari
IBD (Gumboro B)
Air minum


Ayam Petelur

Umur
Jenis Vaksin
Metode
1 hari
Marek’s Disease
Subkutan leher belakang
9-14 hari
ND - IB
Air minum/intra ocular
14 hari
IBD (Gumboro)
Air minum/spray
28 hari
IBD (Gumboro)
Air minum/spray
4 minggu
ND - IB
Air minum/spray
8 minggu
- Laryngotracheitis
- Fowl Pox
- Avian Encephalomyelitis (AE)
Intra ocular
Wing web stab (tusuk sayap)
Wing web stab
13-14 minggu
ND - IB
Air minum/spray
16 minggu
Laryngotracheitis
Spray / intra ocular
Setelah pindah kandang
ND - IB
3 bulan sekali – Spray/air minum
16 minggu
Inactivated ND - IB
Injeksi intramuskular (dada/paha)

Sumber: 

http://agroeducation.com/home/poultry/poultry-management/vaccination-schedule/
http://www.ais.up.ac.za/vet/poultry/documents/vacbroil.pdf

Nosophobia - Fobia terhadap Penyakit Tertentu


Takut sakit itu wajar, tapi kalau takutnya terlalu berlebihan.. mungkinkah itu fobia?
Nosophobia adalah suatu bentuk ketakutan yang tidak rasional terhadap suatu penyakit. Orang yang memiliki nosophobia  sangat takut jika terkena penyakit tertentu, kadang2 dia percaya bahwa dia mengalami gejala penyakit tersebut.

Nosophobia berbeda dengan hypochondriasis


Hypochondriasis/hypochondria adalah suatu bentuk fobia kesehatan atau ansietas yang melibatkan beberapa gejala terkait dengan fisik (seperti merasa pencernaannya terganggu, nyeri otot, gangguan palpitasi) yg berlangsung minimal 6 bulan. Penderita hypochondria (=hypochondriac) cenderung tidak percaya pada hasil pemeriksaan dokter & suka membuat diagnosis sendiri (self diagnosis). 


Nosophobia umum terjadi pada mahasiswa atau peneliti yang banyak mengkaji atau mendalami riset tentang suatu penyakit. Karena itu kondisi nosophobia dijuluki "medical student's disease" atau "cyberchondria"


Gejala nosophobia 

- kekhawatiran irasional terhadap suatu penyakit

- merasa cemas, panik, ketakutan, frekuensi nafas & detak jantung meningkat, gemetar, mual, mulut mengering (jika melihat orang yg memiliki gejala mirip penyakit tersebut)

Contoh nosophobia 

Seorang mahasiswa yang banyak membaca & menjumpai kasus flu burung merasa takut jika ia tertular flu burung. Ketika kondisi tubuhnya tidak fit & terserang pilek ringan, ia sudah berpikir negatif, jangan2 terinfeksi flu burung. Lalu iapun jadi cemas &panik. Hasil pemeriksaan lab menyatakan bahwa ia negatif terinfeksi virus H5N1. 



Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Nosophobia
http://phobias.about.com/od/glossary/g/nosophobiadef.htm
http://www.phobiasource.com/nosophobia-an-irrational-fear-of-contracting-a-disease/
http://en.wikipedia.org/wiki/Hypochondria