Jumat, 19 April 2013

Animal Welfare


Definisi

Animal welfare atau kesejahteraan hewan adalah suatu usaha yang timbul dari kepedulian  manusia untuk memberikan lingkungan yang sesuai untuk hewan. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup hewan, khususnya yang terikat dan terkurung.

Prinsip animal welfare  berlaku untuk semua jenis hewan, baik hewan ternak, hewan peliharaan, hewan percobaan, hewan yang dikonservasi, hewan pertunjukan, maupun hewan liar.



Sejarah Animal Welfare

Inggris telah mengembangkan perlindungan hewan (animal protection) sejak tahun 1500-an, tidak berbeda jauh dengan perkembangan di Benua Eropa dan Amerika Utara. Jeremy Bentham adalah pelopor konsep animal welfare di abad 18-an, yang mempertanyakan  ‘apakah hewan bisa menderita?’. Pernyataan ini merupakan konsep dasar dari perkembangan kesejahteraan hewan (European Communities, 2007). Pada tahun 1824, berdiri organisasi asal Inggris yang bernama Society for the Prevention of Cruelty to Animals (SPCA), yang melindungi dan mencegah kekerasan pada kuda sebagai transportasi (Compassion in World Farming, 2012).

Tahun 1967, Peter Robert (petani asal Inggris) mendirikan Compassion in World Farming untuk memprotes dan melawan kekerasan pada hewan ternak (European Communities, 2007). Compassion in World Farming berkembang menjadi organisasi yang kantornya tersebar sampai ke negara Irlandia, Perancis, Belanda, dan perwakilan di 7 negara lainnya termasuk di Afrika Selatan dan Oseania (Compassion in World Farming, 2012). Sejak tahun 1970-an, perlindungan hewan terbagi menjadi dua, yaitu kesejahteraan hewan (animal welfare) dan hak asasi hewan (animal right). Tahun 2002, Jerman menjadi negara Eropa pertama yang mempunyai undang-undang tentang perlindungan hewan yang berbunyi “Negara bertanggung jawab terhadap perlindungan dasar alam dalam kehidupan hewan untuk generasi yang akan datang”. Swiss diketahui juga memasukan perlindungan hewan ke dalam amandemen undang-undang.



Five of Freedom


Dalam konsep animal welfare  ada 5 kebebasan (five of freedom) yang harus dipenuhi agar hewan bisa hidup dengan layak dan normal, yaitu :


1. Freedom from hunger and thirst 

Yaitu kebebasan dari rasa lapar dan haus. Manusia harus memberikan pakan dan air minum yang higienis dan  memenuhi kebutuhan nutrien tiap hewan. 

2.Freedom from thermal and physical discomfort 

Yaitu kebebasan dari rasa panas dan ketidaknyamanan fisik. Manusia harus menyediakan lingkungan tempat tinggal yang nyaman bagi hewan, antara lain dengan suhu & kelembaban yang nyaman, tidak sempit/ada ruang yang cukup untuk bergerak (exercise), pencahayaan yang sesuai kebutuhan, mudah mengakses pakan & air minum, serta selalu terjaga kebersihannya. Untuk proses pengangkutan, hewan tidak boleh dijejalkan dalam tempat yang pengap dan terlalu sesak. Kendaraan pun seharusnya minim guncangan agar hewan merasa nyaman.

3. Freedom from injury, disease and pain 

Yaitu kebebasan dari luka dan rasa sakit. Hewan tidak boleh diperlakukan dengan kasar sehingga menyebabkan cedera (dipukul,dicambuk,ditendang,dibanting,ditarik,diinjak-injak dll). Hewan yang sakit harus segera mendapat penanganan, dirawat dan diobati dengan layak.

4. Freedom to express most normal pattern of behavior 

Yaitu kebebasan untuk mengekspresikan tingkah laku normalnya, termasuk bergerak dan berinteraksi sosial. Karena itu lingkungan tempat tinggal yang disediakan harus mendukung, kandang tidak boleh terlalu sempit agar ada ruang gerak. 

5.
 Freedom from fear and distress 
Yaitu kebebasan dari rasa takut dan stress. Hewan tidak boleh diperlakukan kasar sehingga menyebabkan takut dan stress.
 

Free range farming yang menekankan pada prinsip animal welfare


Pengangkutan ternak sesuai prinsip animal welfare, ada cukup ruang

Bagaimana dengan orang Indonesia?
Sudahkah kita peduli dengan animal welfare??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di sini, tapi gunakan bahasa yang sopan & jangan menyinggung suku, agama / ras