Jumat, 24 Mei 2013

Ayam Broiler dari Waktu ke Waktu

Saatnya kita belajar sejarah! 


Ayam broiler alias ayam ras pedaging ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Jaman dahulu sebelum peternakan ayam pedaging berkembang, broiler adalah ayam jantan muda (cockerel) yang diafkir dari peternakan. Breeding nya sendiri dimulai sekitar tahun 1916. Broiler berasal dari hasil persilangan pejantan bangsa Cornish (ayam kelas Inggris yang punya karakteristik tubuh besar, persentase otot dada yang tinggi) serta ayam Plymouth Rocks putih betina (ayam yang memiliki karakteristik tulang besar). Daging ayam hasil persilangan ini mulai diperkenalkan pada tahun 1930an dan menjadi populer pada 1960an. 

Namun hasil persilangan ini memiliki beberapa masalah, misalnya fertilitas rendah, pertumbuhan lambat, dan mudah terserang penyakit. Melalui berbagai tahapan seleksi dan rekayasa genetik, kini broiler modern memiliki karakteristik berbeda dari ayam persilangan Cornish x Plymouth Rock.

 x 
      White Cornish jantan                        White Plymouth Rock betina
hasilnya :

Broiler

Perkembangan Industri Ayam Pedaging dari Jaman Dahulu sampai Sekarang

Tahun 1800an – 1900an 
Di Eropa dan Amerika unggas dipelihara pada skala rumah tangga (sistem backyard farming), ayam hidup dan telur ayam digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan kelebihannya dijual ke tetangga.

Tahun 1920an – 1930an 
Merupakan awal dari produksi broiler. Tingginya permintaan telur menyebabkan lebih banyak ayam petelur yang dipelihara sehingga ada kelebihan jumlah ayam jantan. Petani menjual kelebihan ayam jantan tersebut sebagai unggas penghasil daging. Selanjutnya terjadi peningkatan permintaan ayam pedaging. Petani menyadari bahwa sebagian jenis ayam sesuai untuk menghasilkan telur sedangkan lainnya sesuai sebagai penghasil daging sehingga ayam dipelihara dengan single purpose, yaitu sebagai penghasil telur saja (layer) atau daging saja (broiler) sehingga produksinya lebih terfokus dan efisien. Ayam dual purpose kurang populer karena produksinya sedang. Telur dan ayam dijual di pasar lokal (US Poultry and Egg Association, 2009).

Tahun 1940an
Seleksi genetik, peningkatan nutrisi, ilmu kesehatan hewan, dan kontrol lingkungan mulai diperhatikan pada tahun 1940an untuk meningkatkan performans broiler. Pada tahun 1945, pengusaha Amerika pemilik Atlantik & Pacific Tea Company menyelenggarakan kontes bertema "Chicken of Tomorrow". Babak kualifikasi berlangsung pada tahun 1946 – 1947, sedangkan final pada tahun 1948. Penilaian broiler berdasarkan pada beberapa faktor, antara lain laju pertumbuhan, konversi ransum, produksi daging dada dan paha. Pembibit yang unggul dalam kontes tersebut antara lain Peterson, Vantress, Cobb, Hubbard, Pilch, dan Arbor Acres. Seleksi dilakukan secara sederhana melalui metode mass selection berdasarkan karakteristik individu saja, yaitu dengan memilih ayam jantan dan betina dengan bobot terbesar. Sekitar 20 – 40% sifat dapat terkontrol dengan seleksi sederhana ini (Elfick, 2005). 

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengembangkan sistem penilaian karkas (carcass grading) broiler pada tahun 1949 dengan tujuan untuk membantu konsumen mengetahui kualitas karkas dan menetapkan standar yang harus dicapai peternak (US Poultry and Egg Association, 2009).

Tahun 1950an - 1960an
Industri broiler mengembangkan semua aspek produksi, pemrosesan, maupun pemasaran sehingga hasilnya lebih efisien dan menguntungkan. Strategi pemasaran ditunjang dengan TV dan media massa untuk mempromosikan konsumsi daging ayam, kalkun, dan telur. National Broiler Council didirikan pada tahun 1954 untuk menstimulasi permintaan konsumen, namanya diganti menjadi National Chicken Council pada tahun 1990. Inspeksi atas industri broiler dilakukan secara mandatoris oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mulai tahun 1959  (US Poultry and Egg Association, 2009).

Tahun 1970an
Produksi broiler modern semakin berkembang pada tahun 1970an, penelitian mulai banyak dilakukan, banyak penemuan baru mengenai nutrisi, program penanganan penyakit dan teknologi. Kontributor yang penting pada era tersebut adalah mekanisasi processing dan teknologi otomatis. Peningkatan permintaan terhadap daging ayam broiler sangat pesat pada tahun 1980an, daging ayam dianggap sebagai sumber protein hewani yang menyehatkan dan murah jika dibandingkan dengan daging komoditas ternak lainnya. Konsumen memilih ayam yang dijual dalam bentuk potongan (cut up chicken) karena lebih praktis. Daging ayam beku siap olah mulai populer pada era ini. Berbagai restoran makanan cepat saji (fast food) berbahan baku ayam mulai berkembang, berkompetisi dengan restoran ternama seperti McDonald's dan KFC. Konsumsi daging ayam di Amerika Serikat pada tahun 1992 melebihi daging sapi  (US Poultry and Egg Association, 2009).

 



Tahun 1980an - 1990an
Sistem seleksi di tingkat broiler pembibit juga mulai berkembang pada tahun 1980an – 1990an. Teori indeks seleksi berdasarkan performans keluarga yang dilakukan pada tahun 1970an dikembangkan menjadi metode seleksi dengan BLUP (Best Linear Unbiased Prediction) berdasarkan performans individu dan keluarga sehingga dapat diketahui bagaimana suatu sifat berkaitan satu sama lain. Seleksi yang dilakukan terus menerus diikuti dengan inovasi untuk menggabungkan siat-sifat unggul dan mengeliminasi sifat-sifat yang kurang menguntungkan. Pada tahun 2000an hanya ada tiga perusahaan pembibit yang tersisa, yaitu Cobb-Vantress (mencakup brand Cobb, Avian, Sasso, dan Hybro), Aviagen (mencakup brand Ross, Arbor Acres, Lohmann, Indian River, dan Peterson), serta Groupe Grimaud (mencakup brand Hubbard dan Grimaud Frere) (Elfick, 2005).


 
Produk dari Groupe Grimaud
Hubbard Parent Stock (Kiri), Hubbard Final Stock (Kanan)

 
Produk dari Cobb Vantress
Cobb Parent Stock (Kiri), Cobb Final Stock (Kanan)

  
Produk dari Aviagen
Ross Parent Stock (Kiri), Ross Final Stock (Kanan)


Tahun 1990an - 2000an
Permintaan pasar internasional pada tahun 1990an - 2000an tidak hanya mencakup daging dada, tetapi juga paha (leg quarters) dan cakar, terutama di Asia. Sebanyak 20% daging ayam dari Amerika Serikat diekspor ke berbagai negara. Konsep HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) mulai dikembangkan sejak 26 Januari 1998 untuk mengatur mengenai keamanan pangan dari aspek produksi, restoran, dan industri penyedia pangan (US Poultry and Egg Association, 2009). Industri perunggasan pada tahun 2000an terfokus pada empat hal, yaitu apakah aman bagi kesehatan manusia, apakah ternak terpenuhi kesejahteraannya, apakah mempengaruhi finansial konsumen, dan apakah menjamin keberlanjutan jangka panjang bagi industri (Elfick, 2005).


Perkembangan Performans Ayam Broiler

Berkat seleksi dan rekayasa genetik yang dilakukan terus-menerus, ditunjang dengan perkembangan manajemen dan teknologi terkait, performans ayam broiler semakin meningkat seiring perkembangan jaman. Di bawah ini ada tabel yang menggambarkan perkembangan performans broiler dari waktu ke waktu.

Tahun
Umur panen
(hari)
Bobot Akhir (kg)
FCR
Mortalitas (%)
1925
112
1,13
4,70
18
1935
98
1,30
4,40
14
1940
85
1,31
4,00
12
1945
84
1,37
4,00
10
1950
70
1,40
3,00
8
1955
70
1,39
3,00
7
1960
63
1,52
2,50
6
1965
63
1,58
2,40
6
1970
56
1,64
2,25
5
1975
56
1,71
2,10
5
1980
53
1,78
2,05
5
1985
49
1,90
2,00
5
1990
48
1,98
2,00
5
1995
47
2,12
1,95
5
2000
47
2,28
1,95
5
2005
48
2,44
1,95
4
2006
48
2,48
1,96
5
2007
48
2,50
1,95
4,5
2008
48
2,53
1,93
4,3
2009
47
2,54
1,92
4,1
2010
47
2,59
1,92
4,0
2011
47
2,63
1,91
3,8
Sumber : National Chicken Council, 2011.

Bagaimanakah broiler di masa depan? Pastinya akan lebih hebat dari sekarang..

Referensi
Elfick, D. 2005. A Brief History of Broiler Selection: How Chicken Became a Global Food Phenomenon in 50 Years. Aviagen International, Tennessee.


US Poultry and Egg Association. 2009. History of Poultry Industry.             http://www.uspoultry.org/educationprograms/PandEP_Curriculum/Documents/PDFs/Lesson2/HistoryofPoultryProductionver3Pres.pdf



2 komentar:

  1. Balasan
    1. ya begitulah..dikorbankan demi memenuhi kebutuhan manusia

      Hapus

Silahkan berkomentar di sini, tapi gunakan bahasa yang sopan & jangan menyinggung suku, agama / ras