Rabu, 12 Juni 2013

Hubungan Hormonal, Pakan, dan Suhu Lingkungan dengan Pertumbuhan Ayam Broiler


Hubungan Hormon dan Pertumbuhan
 

      Pada unggas ada dua hormon utama yang mengatur ekspresi pertumbuhan, yaitu GH dan T3 (triiodotironin). GH pada unggas disintesis secara langsung oleh somatotrof dalam lobus caudal pada pituitari anterior. T3 diproduksi dari monodeionasi hormon tiroid, tiroksin (T4), sedangkan T4 sendiri distimulasi oleh hormon pituitari anterior, tirotropin. Produksi T3 dan T4 diaktivasi oleh thyroid stimulating hormone (TSH) yang disekresikan oleh pituitari melalui mekanisme umpan balik negatif. Saat T3 dan T4 menurun, TSH disekresikan. Konsentrasi T3 yang disirkulasikan diatur dengan cara mengurangi deaktivasi GH, mekanisme ini dilakukan oleh T3-degrading type III deiodinase (Darras et al., 1993). Pada ayam muda, hipofisektomi menyebabkan penurunan pertumbuhan, baik bobot badan maupun pertumbuhan tulang, namun dapat diperbaiki dengan terapi penggantian GH atau T3 (King dan Scanes, 1986). GH dan hormon tiroid dimediasi oleh insulin-like growth factor (IGF 1) yang diproduksi oleh hati. GH juga meningkatkan plasma IGF 1 pada ayam dewasa. IGF 1 dilepaskan dari sel hepatosit akibat adanya GH, sinergis dengan GH dan  insulin. Konsentrasi IGF 1 yang disirkulasikan berkurang karena ada induksi methimazole kronik dengan konsentrasi yang sebagian diperbaiki oleh induksi T3 (Rosebrough dan McMurthy, 2003). Induksi IGF 1 menstimulasi pertumbuhan anak ayam. IGF 1 dpat meningkatkan massa otot rangka dan meningkatkan laju sintesis protein, serta menurunkan laju degradasi protein (Tomas et al. 1998).


            Glukokortikoid (steroid, kortikosteron, dan deksametason sintetis) dapat menurunkan bobot otot rangka (Yuan et al., 2008), meningkatkan degradasi protein dan menurunkan sintesis protein rangka yang dapat dilihat dari rasio protein RNA (Dong et al., 2007), meningkatkan proteolisis otot (Gao et al., 2008).

            Estrogen memiliki efek terhadap pertumbuhan organ spesifik yang bertanggungjawab terhadap pertumbuhan oviduk selama dewasa kelamin (Scanes et al., 2004). Estrogen berperan penting dalam pembentukan jaringan penyimpan kalsium, tulang medularis saat dewasa kelamin. Pembentukan matriks tulang medularis distimulasi oleh estrogen dan testosteron dengan mineralisasi yang membutuhkan vitamin D3 (Chen et al., 2010). 

Hubungan Pakan dan Pertumbuhan

            Pemberian pakan dengan peningkatan protein pada broiler bertujuan untuk meningkatkan "leaness" (daging rendah lemak), karena peningkatan protein pakan menyebabkan  peningkatan produksi panas dan mengurangi kandungan lemak. Pengurangan PK pakan broiler dengan penurunan level asam amino nonesensial dan esensial mempengaruhi performans broiler pada semua level penurunan sehingga asam amino harus terpenuhi sejak awal pertumbuhan (Yadalam et al., 2006). Penelitian Oyedeji et al. (2005) menunjukkan bahwa konsumsi pakan broiler yang diberi ransum tunggal (PK 18% untuk fase starter maupun finisher) lebih sedikit daripada ayam yang diberi ransum ganda (berbeda level PK) namun kedua macam ransum menghasilkan performans yang tidak berbeda.
            Asupan Ca dan P yang kurang dari standar NRC (10%, 20%, 30%) menyebabkan penurunan kandungan Ca dan P dalam tulang tibia namun meningkatkan FCR. Kondisi asam (pH rendah) akibat pengurangan basa Ca dan P akan mengurangi populasi mikroba patogen serta meningkatkan efektivitas enzim pencernaan sehingga meningkatkan performans ayam (Kheiri dan Rahmani, 2006).

Hubungan Suhu Lingkungan dan Pertumbuhan

            Perubahan suhu lingkungan di bawah dan di atas zona suhu nyaman berdampak negatif bagi performans ayam. Ayam broiler bersifat homeotherm yang hanya dapat hidup pada rentangan thermonetralitas yang relatif sempit. Suhu optimal untuk produksi ayam broiler yang efisien hingga umur 4 minggu lebih yaitu 18 – 21oC (Aengwanich dan Simaraks, 2004). Shinder et al. (2002) melaporkan bahwa kondisi dingin jangka pendek pada minggu awal pemeliharaan dapat memicu peningkatan toleransi suhu saat suhu lingkungan rendah. Suhu rendah juga mengurangi akumulasi lemak abdominal karena pembongkaran lemak diperlukan untuk menghasilkan panas tubuh. Plasma triiodotironin (T3) berhubungan dengan pengaturan suhu dan juga sebagai pemicu tumbuh pada anak ayam. T3 terlibat dalam modifikasi laju pertumbuhan pada suhu ambien. T3 yang disirkulasikan berkorelasi linier secara positif dengan konsumsi pakan, negatif dengan suhu (Yahav, 2002).

Hubungan Antara Suhu Lingkungan, Hormon, dan Pakan dengan Pertumbuhan


            Suhu lingkungan mempengaruhi konsumsi pakan sehingga berdampak pada pertumbuhan. Saat ayam mengalami stres panas, ayam akan mengurangi konsumsi pakan untuk mencegah panas yang berlebihan dari metabolisme. Penurunan konsumsi pakan akan mengakibatkan penurunan asam amino yang diabsorbsi dan digunakan oleh tubuh, misalnya asam amino tirosin yang menjadi bahan baku untuk sintesis hormon triiodotironin (T3) yang merupakan salah satu hormon pertumbuhan. Mekanisme yang terjadi saat stres dingin secara hormonal diawali dengan meningkatnya sekresi TSH (thyroid stimulating hormone) dari pituitari anterior sehingga sekresi T3 (triiodotironin) menurun karena hormon T3 distimulasi secara negatif oleh TSH. Dengan menurunnya T3, panas yang dihasilkan dari metabolisme akan dihemat untuk menjaga kestabilan panas tubuh, sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan berkurang. Mekanisme inilah yang menyebabkan pertumbuhan ayam broiler menurun apabila suhu lingkungan menurun di bawah suhu nyaman. Hal ini sesuai dengan pendapat Yahav (2002) bahwa T3 yang disirkulasikan berkorelasi linier secara positif dengan konsumsi pakan, secara negatif dengan suhu. Sesuai pula dengan pendapat Darras et al. (1993) bahwa produksi T3 dan T4 diaktivasi oleh thyroid stimulating hormone (TSH) yang disekresikan oleh pituitari melalui mekanisme umpan balik negatif.

DAFTAR PUSTAKA


Aengwanich, W., S. Simaraks. 2004. Pathology of heart, lung, liver and kidney in broilers under chronic heat stress. Songklanakarin J. Sci. Technol. 26:417-424.

Chen, X., Deng, Y., Zhou, Z., Tao, Q., Zhu, J., Li, X., Chen, J. dan Hou, J. 2010. 17betaestradiol combined with testosterone promotes chicken osteoblast proliferation and differentiation by accelerating the cell cycle and inhibiting apoptosis in vitro. Veterinary Research Communications 34 (2) : 143-152.

Darras, V.M., Rudas, P., Visser, T.J., Hall, T.R., Huybrechts, L.M., Vanderpooten, A., Berghman, L.R., Decuypere, E. dan Kühn, E.R. 1993. Endogenous growth hormone controls high plasma levels of 3,3',5-triiodothyronine (T3) in growing chickens by decreasing the T3-degrading type III deiodinase activity. Domestic Animal Endocrinology 10 (1) : 55-65.

Deng, Y.F., Chen, X.X., Zhou, Z.L. dan Hou, J.F. (2010). Letrozole inhibits the osteogenesis of medullary bone in prelay pullets. Poultry Science 89 (5): 917-923.

Dong, H., Lin, H., Jiao, H.C., Song, Z.G., Zhao, J.P. dan Jiang, K.J. 2007. Altered development and protein metabolism in skeletal muscles of broiler chickens (Gallus gallus domesticus) by corticosterone. Comparative Biochemistry and Physiology A Molecular and Integrative Physiology. 147 (1): 189-195.

Gao, J., Lin, H., Song, Z.G. dan Jiao, H.C. 2008. Corticosterone alters meat quality by changing pre-and postslaughter muscle metabolism. Poultry Science 87(8): 1609-1617.

Jafarnejad, S. dan M. Sadegh. 2011. The effects of different levels of dietary protein, energy and using fat on the performanceof broiler chicks at the end of the third weeks. Asian J. Poult. Sci. 5 (1): 35 – 40.

Kheiri, F. dan H.R. Rahmani. 2006. The effect of reducing calcium and phosphorus on broiler performance. International Journal of Poultry Science 5 (1): 22-25.

King, D.B. dan Scanes, C.G. 1986. Effects of mammalian growth hormone and prolactin on the growth of hypophysectomized chickens. Proceedings of the Society of Experimental Biology and Medicine 182 (2): 201-207.

Oyedeji, J.O., J.O. Umaigba, O.T. Okugbo, dan P.A. Ekunawe. 2005. Response of broiler chickens to different dietary crude protein and feeding regiments. Brazilian J. Poult. Sci. 7 (3): 165 – 168.

Rosebrough, R.W., McMurtry, J.P. dan Vasilatos-Younken, R. 1991. Effect of pulsatile or continuous administration of pituitary-derived chicken growth hormone (p-cGH) on lipid metabolism in broiler pullets. Comparative Biochemistry and Physiology A Comparative Physiology 99 (1-2) : 207-214.

Scanes, C.G., G.E. Brant dan M.E. Ensminger. 2004. Poultry Science. Pearson Prentice, Upper Saddle River, NJ.

Shinder, D.,  D. Luger, M. Rusal, V. Rzepakovsky, V. Bresler , S. Yahav. 2002.    Early age cold conditioning in broiler chickens (Gallus domesticus): thermotolerance and growth responses. J. Thermal. Biol. 27: 517-523

Song, Z., Zhang, X., Zhu, L., Jiao, H. dan Lin, H. 2011. Dexamethasone Alters the Expression of Genes Related to the Growth of Skeletal Muscle in Chickens (Gallus gallus domesticus). Journal of Molecular Endocrinology Feb 16. [Epub ahead of print]

Tomas, F.M., Pym, R.A., McMurtry, J.P. dan Francis, G.L. 1998. Insulin-like growth factor (IGF)-I but not IGF-II promotes lean growth and feed efficiency in broiler chickens. General and Comparative Endocrinology 110 (3) : 262-275.

Yahav, S. 2000. Domestic fowl-strategies to confort evironmental conditions.  Avian Poult. Biol. Rev. 11: 81-95.

Yuan, L., Lin, H., Jiang, K.J., Jiao, H.C. dan Song, Z.G. 2008. Corticosterone administration and high-energy feed results in enhanced fat accumulation and insulin resistance in broiler chickens. British Poultry Science 49 (4) : 487-495.


2 komentar:

Silahkan berkomentar di sini, tapi gunakan bahasa yang sopan & jangan menyinggung suku, agama / ras