Rabu, 12 Juni 2013

Jenis Feed Additive untuk Unggas


Feed additive dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu nutritive feed additive dan non nutritive feed additive.
-    Nutritive feed additive ditambahkan ke dalam ransum untuk melengkapi atau meningkatkan kandungan nutrien ransum, misalnya suplemen vitamin, mineral, dan asam amino.
-   Non nutritive feed additive tidak mempengaruhi kandungan nutrien ransum, kegunaannya tergantung pada jenisnya, antara lain untuk meningkatkan palatabilitas (flavoring/pemberi rasa, colorant/pewarna), pengawet pakan (antioksidan), penghambat mikroorganisme patogen dan meningkatkan kecernaan nutrien (antibiotik, probiotik, prebiotik), anti jamur, membantu pencernaan sehingga meningkatkan kecernaan nutrien (acidifier, enzim)

Jenis nutritive feed additive antara lain sebagai berikut :
Jenis
Feed Additive
Aturan
 Pemakaian
Kaitan dengan
 Produktivitas
1.Suplemen mineral
  Major mineral


a.  Mineral organik
- batu kapur/limestone
- grit cangkang kerang
- grit cangkang telur)

Tidak boleh digunakan melebihi 3% dari ransum
       Jika berlebihan akan menyebabkan penurunan konsumsi ransum
b. Mineral anorganik
-   dikalsium fosfat
-   rock phosphate
-   garam dapur / NaCl
-   defluorinated  phosphate
-   trikalsium fosfat

-   sodium bikarbonat Na2CO3 (dalam bentuk baking soda)
Fosfat tidak boleh terkontaminasi fluorine

Dosis NaCl adalah 0,2 – 0,4% dari ransum atau lebih rendah jika tepung ikan digunakan lebih dari 5% dalam ransum.
Sodium bikarbonat digunakan sebanyak 0,2 – 0,3%. Sodium bikarbonat diberikan saat suhu lingkungan tinggi untuk mencegah terjadinya alkalosis akibat heat stress

      Jika fosfat tercemar fluorine akan mengganggu performans.
Kelebihan garam akan meningkatkan konsumsi air sehingga kadar air ekskreta tinggi, menyebabkan litter lembab.
      Alkalosis pada ayam petelur ditandai dengan penurunan kepadatan cangkang telur.

2. Suplemen mineral 
Trace mineral (Cu, Zn, Fe, Mn, Co)
Dibutuhkan dalam jumlah sedikit (0,01% dari ransum). Trace mineral sudah terdapat dalam premiks vitamin - mineral


3. Suplemen vitamin
Digunakan sebanyak 0,05% dari ransum, sudah terdapat dalam premiks vitamin - mineral


4. Asam amino esensial (DL-metionin, L-lisin, L-treonin, L- triptofan)
Penggunaannya harus mempertimbangkan keseimbangan asam amino, tidak boleh berlebihan agar tidak terjadi antagonisme asam amino yang menyebabkan gangguan pertumbuhan
      Digunakan untuk melengkapi keseimbangan asam amino ransum sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan protein oleh ternak

 

mineral grit

contoh enzim fitase

contoh  acidifier

Penggunaan non nutritive feed additive umumnya tidak lebih dari 0,05% dari ransum, jenis-jenisnya antara lain
Jenis aditif
Contoh
Tujuan Pemakaian terkait dengan Produktivitas
Enzim
Xylanase, ß-glukanase, fitase
Untuk mencegah pengaruh faktor antinutrisi seperti arabinoxylan (dalam gandum), ß-glukans (dalam barley), asam fitat (dalam dedak) sehingga akan meningkatkan kecernaan nutrien. Penambahan enzim fitase dalam ransum yang mengandung dedak dapat meningkatkan ketersediaan fosfor untuk unggas.
Antibiotik
Avilamycin, virginiamycin, zinc bacitracin, avoparcin,
tylosin, spiramycin
Untuk mengontrol pertumbuhan bakteri Gram positif yang patogen dalam saluran pencernaan, namun penggunaannya telah dilarang di Eropa sejak 1998 karena menyebabkan resistensi bakteri dan residu dalam produk yang berbahaya bagi kesehatan manusia
Koksidiostat
Monensin, salinomycin, narasin
Untuk mencegah dan mengontrol gejala koksidiosis
Pigmen pewarna
Xantofil (alami dan sintetik)
Untuk meningkatkan warna kuning telur, kulit, dan penampilan karkas
Antioksidan
BHT, BHA, ethoxyquin
Untuk mencegah oksidasi lemak dalam pakan
Antifungal (antijamur)

Untuk mencegah pertumbuhan jamur pada pakan, mengikat dan menghilangkan pengaruh mikotoksin
Pengganti antibiotik
Direct fed microbials
Probiotik
Untuk meningkatkan populasi bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan seperti lactobacilli dan streptococci
Prebiotik
FOS (frukto oligosakarida), MOS (mannan oligosakarida)
Untuk mencegah penempelan dan pertumbuhan bakteri patogen di saluran pencernaan, sebagai nutrien bagi bakteri menguntungkan
Asam organik
Asam propionat, asam format
Sebagai acidifier, yaitu menurunkan pH saluran pencernaan sehingga merangsang aktivitas enzim pencernaan dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen
Herbal
Rempah-rempah, minyak esensial, ekstrak tumbuhan, madu
Untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen, meningkatkan imunitas, merangsang aktivitas enzim pencernaan
Peptida/protein antimikrobial
Lisozim, laktasin F, laktoferrin, α-laktalbumin
Untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen
 Sumber : Ravindran (2012)

manfaat prebiotik

cara kerja prebiotik


cara kerja antibiotik pada bakteri

4 komentar:

  1. very good, but more perfect if the pictures is chicken

    BalasHapus
  2. thanks. there's a picture of chickens above :D

    BalasHapus
  3. bagus bgt ntang...Lanjutkan..^_^

    BalasHapus

Silahkan berkomentar di sini, tapi gunakan bahasa yang sopan & jangan menyinggung suku, agama / ras