Rabu, 31 Juli 2013

FEED ADDITIVE, ANTIBIOTIK, PROBIOTIK


FEED ADDITIVE


Definisi Feed Additive


            Feed additive merupakan bahan pakan tambahan yang diberikan kepada ternak melalui pencampuran pakan ternak. Bahan tersebut merupakan pakan pelengkap yang bukan zat makanan. Penambahan feed additive dalam pakan bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan ternak yang optimal. Feed additive ada dua jenis yaitu feed additive alami dan sintetis (Wahju, 2004).
            Menurut Ravindran (2012), feed additive dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu nutritive feed additive dan non nutritive feed additive. Nutritive feed additive ditambahkan ke dalam ransum untuk melengkapi atau meningkatkan kandungan nutrien ransum, misalnya suplemen vitamin, mineral, dan asam amino. Non nutritive feed additive tidak mempengaruhi kandungan nutrien ransum, kegunaannya tergantung pada jenisnya, antara lain untuk meningkatkan palatabilitas (flavoring / pemberi rasa, colorant / pewarna), pengawet pakan (antioksidan), penghambat mikroorganisme patogen dan meningkatkan kecernaan nutrien (antibiotik, probiotik, prebiotik), anti jamur, membantu pencernaan sehingga meningkatkan kecernaan nutrien (acidifier, enzim).

Jenis-jenis Feed Additive

            Feed additive yang bersifat nutritif antara lain adalah suplemen mineral, yang mencakup major mineral dan trace mineral. Mineral dapat berasal dari bahan organik, misalnya batu kapur (limestone), grit cangkang kerang, grit cangkang telur. Mineral organik tidak boleh digunakan melebihi 3% dalam ransum. Mineral dapat juga berasal dari bahan anorganik, misalnya dikalsium fosfat, garam dapur (NaCl), defluorinated phosphate, trikalsium fosfat, sodium bikarbonat (Na2CO3) dalam bentuk baking soda dengan dosis 0,2 – 0,3% dalam ransum. Trace mineral seperti Cu, Zn, Fe, Mn, Co dibutuhkan hanya sedikit, yaitu 0,01% dalam ransum. Suplemen mineral dibutuhkan sebanyak 0,05% dalam ransum. Asam amino esensial (L-lisin, DL-metionin, L-treonin, L-triptofan) dapat ditambahkan dalam ransum untuk memenuhi keseimbangan asam amino (Ravindran, 2012).
            Penggunaan non nutritive feed additive umumnya tidak lebih dari 0,05% dari ransum. Jenis-jenisnya antara lain yaitu pengikat pellet (bentonit, hemiselulosa, guar meal); pemberi aroma/ flavoring agent; enzim (xylanase, ß-glukanase, fitase); antibiotika; anti jamur (natrium propionat, asam propionat, gentian violet, nistatin);  koksidiostat untuk mencegah koksidiosis (amprolium, bithionol, polystat, zoalin, nitrofurazon, furazolidon); anti cacing (piperazin, phenothiazin, dichlorophen); antioksidan (ethoxyquin, BHT, BHA) untuk mencegah ketengikan oksidatif dari lemak yang merusak vitamin A, E, dan D; pewarna (karotenoid) untuk meningkatkan pigmentasi pada ayam broiler dan kuning telur; serta bahan-bahan pemicu metabolisme (zat thyroaktif) seperti kasein dan iodium (Wahju, 2004).
            Sebagai bahan pengganti antibiotik, digunakan bahan-bahan aditif pakan seperti probiotik, prebiotik, asam organik, herbal, dan protein antimikrobial. Probiotik digunakan untuk meningkatkan populasi bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan seperti lactobacilli dan streptococci. Prebiotik seperti FOS (frukto oligosakarida) dan MOS (mannan oligosakarida) digunakan untuk mencegah penempelan dan pertumbuhan bakteri patogen di saluran pencernaan, sebagai nutrien bagi bakteri menguntungkan. Asam organik seperti asam propionat dan asam format digunakan sebagai acidifier, yaitu menurunkan pH saluran pencernaan sehingga merangsang aktivitas enzim pencernaan dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen. Herbal seperti rempah-rempah, minyak esensial, ekstrak tumbuhan, madu dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen, meningkatkan imunitas, merangsang aktivitas enzim pencernaan. Protein antimikrobial seperti lisozim, laktasin F, laktoferrin, α-laktalbumin dapat mencegah pertumbuhan mikroba patogen (Ravindran, 2012).

ANTIBIOTIK

Fungsi Antibiotik

            Antibiotik banyak digunakan sebagai growth promoter dalam pakan ternak di seluruh dunia untuk memacu pertumbuhan ternak agar dapat tumbuh lebih besar dan dalam waktu yang lebih cepat serta untuk mencegah terjadinya infeksi (Mitchell et al., 1998). Beberapa antibiotika yang banyak dipakai sebagai growth promoter antara lain dari golongan tetracyclin, penicillin, macrolida, lincomysin dan virginiamycin (Angulo et al., 2004). Antibiotik dapat membantu mengefektifkan penggunaan nutrien pada tingkat yang sangat terbatas, misalnya vitamin atau asam amino karena antibiotik mencegah kerusakan yang ditimbulkan mikroorganisme. Antibiotik mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan amoniak yang berlebihan atau hasil sisa yang beracun dan mengandung nitrogen  dalam usus. Antibiotik dapat memperbaiki ketersediaan atau absorbsi nutrien tertentu, misalnya kalium, fosfor, magnesium. Antibiotik dapat memperbaiki konsumsi pakan atau air. Antibiotik dapat mencegah dan mengobati penyakit pada saluran usus (Wahju, 2004).
            Mekanisme kerja antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan masih belum diketahui secara pasti. Ada indikasi yang menunjukkan bahwa aktivitas dari antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan dipengaruhi oleh efek antibakterial antibiotika. Ada beberapa teori yang menjelaskan mekanisme kerja dari antibiotik yaitu: antibiotika membantu menjaga nutrisi dari destruksi bakteri, antibiotika membantu meningkatkan absorpsi nutrisi karena membuat barier dinding dari usus halus menjadi tipis, antibiotika dapat menurunkan produksi toksin dari bakteri saluran pencernaan dan menurunkan kejadian infeksi saluran pencernaan subklinik (Feihgner dan Dashkevics, 1987). Prinsip kerja antibiotika yaitu dengan   mencegah pembentukan dinding sel bakteri dan sintesis protein bakteri;    mengganggu sintesis DNA, RNA, nukleotida bakteri; mengganggu fungsi membran plasma dan organel sel bakteri; mengganggu metabolisme dari sel bakteri.

Efek Samping Antibiotik

            Indrawani (1987) dalam penelitiannya menyatakan bahwa pemberian feed additive Oksitetrasiklin dan Spiramycin selama 8 minggu akan meninggalkan residu di dalam hati dan daging ayam yang lebih besar dibanding dengan jika pemberian feed additive hanya 4 minggu. Residu antibiotik bila termakan konsumen dapat menimbulkan reaksi alergi dan keracunan serta perkembangan kuman yang resisten terhadap antibiotik (Kusumaningsih et al., 1996). Antibiotik di dalam tubuh ayam akan dimetabolisir dan diekskresi keluar tubuh, sehingga bila dilakukan penghentian pemberian antibiotik sebagai feed additive, maka kadar residu di dalam jaringan tubuh ayam diharapkan akan menurun. Pemakaian antibiotik dalam bidang peternakan perlu diperhatikan waktu hentinya pemberian antibiotik tersebut, yaitu jarak antara pemberian antibiotik terakhir sampai dengan produk ternak tersebut (daging, telur dan susu) boleh dikonsumsi manusia (Kusumaningsih et al., 1996).
            Bacitracin terutama bersifat bakterisidal terhadap kuman Gram positip, termasuk Staphyllococcus resisten Penicillin. Bacitracin dikatakan tidak mudah menimbulkan hipersensitifitas (Brooks et al., 1996). Setelah pemberian Bacitracin pada hewan secara parenteral, Bacitracin akan ditemukan di dalam urine, ginjal, darah, empedu, paru-paru, sumsum tulang, kulit, otot, otot jantung, hati, limpa, cairan cerebrospinal dan otak (Wilson dan Schild, 1961). Menurut Foye (1974), penggunaan Bacitracin di dalam pakan ternak terutama ternak babi dan ayam adalah dalam bentuk Zinc bacitracin. Peneraan residu antibiotik pada produk akhir ternak dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain secara tidak langsung (dilusi sensitivitas kuman) dengan bantuan spektrofotometer. Untuk menghindari adanya residu antibiotik Zinc bacitracin, pemberian feed additive Zinc bacitracin sebaiknya dihentikan 13 hari sebelum ayam dipotong.

            Salah satu efek penggunaan antibiotik yang berbahaya yaitu resistensi antibiotika. Resistensi bakteri terhadap antibiotik menyebabkan terjadinya penyakit yang sangat serius berupa kegagalan pengobatan terhadap infeksi gastrointestinal yang disebabkan oleh Campylobacter dan Salmonella (Neiman et al., 2003). Beberapa foodborne bakteri (bakteri yang berasal dari bahan pangan yang terkontaminasi) seperti Salmonella, Campylobacter, Enterococci, dan Escherichia coli yang resisten terhadap antibiotika telah terbukti dapat mentransfer gen resisten ke manusia melalui rantai makanan atau secara kontak langsung (Van Den Bogaard et al., 2000). Resistensi sel bakteri adalah suatu sifat tidak terganggunya kehidupan sel mikroorganisme oleh antimikroba (Ganiswara et al., 1995). Sifat ini merupakan suatu mekanisme alamiah bakteri untuk bertahan hidup. Mekanisme terjadinya resistensi antibiotik mencakup tiga tahapan, yaitu alteration target (gangguan pada target), replacement target (penggantian target), perubahan transportasi sel, serta inaktivasi antibiotik  (Hawkey, 1998).
            Uni Eropa telah melarang penggunaan antibiotik sebagai feed additve sejak Januari 2006 yang meliputi : avilamycin untuk ayam broiler dan babi; monensin-sodium untuk sapi; salinomycin-sodium untuk babi; flavomycin untuk ayam broiler, babi, dan sapi (Cervantes, 2007).

PROBIOTIK

Definisi Probiotik

            Secara umum probiotik didefinisikan sebagai mikroba hidup yang digunakan sebagai pakan imbuhan dan dapat menguntungkan inangnya dengan meningkatkan keseimbangan mikrobial pencernaannya (Fuller, 1992). Menurut McDonald et al. (2002) probiotik didefinisikan sebagai makanan tambahan berupa mikroba hidup baik bakteri maupun kapang yang mempunyai pengaruh menguntungkan pada hewan inang dengan memperbaiki mikroba dalam saluran pencernaan.

3.2.      Cara Kerja Probiotik
 
            Konsep tentang probiotik didasarkan pada terbentuknya kolonisasi mikroba yang menguntungkan yang masuk ke dalam saluran pencernaan, mencegah perkembangan bakteri pathogen, netralisasi racun pada saluran pencernaan, mengatur aktivitas enzim bakteri tertentu dan menguatkan pengaruh substansi yang merangsang sintesis antibodi pada sistem kekebalan (Cruywagen et al., 1996).
            Probiotik bukan bertindak sebagai nutrien esensial dimana tidak ada dosis respon, tetapi hanya ada level batas pemakaian. Cara kerja probiotik terutama melalui modifikasi populasi bakteri usus dan efektivitasnya tergantung atas status mikroba pada satu kelompok ternak dan pada individu ternak. Dengan demikian, dapat dimengerti jika efek yang terjadi mempunyai variasi yang tinggi. Perbedaan cara kerja dari strain probiotik sejauh ini belum dipahami, tetapi metabolit bakteri yang dihasilkan seperti asam organik khususnya pada bakteri asam laktat yang dapat menurunkan pH atau juga peroksida dan bakteriosin diperkirakan bertanggung jawab atas sifat antagonis terhadap bakteri patogen Gram positif seperti Salmonella. Beberapa probiotik diketahui dapat menghasilkan enzim pencernaan seperti amilase, protease dan lipase yang dapat meningkatkan konsentrasi enzim pencernaan pada saluran pencernaan inang sehingga dapat meningkatkan perombakan nutrien. Terdapat beberapa mekanisme respon probiotik yaitu meliputi produksi bahan penghambat secara langsung, penurunan pH luminal melalui produksi asam lemak terbang rantai pendek, kompetisi terhadap nutrien dan tempat pelekatan pada dinding usus, interaksi bakterial (CE), resistensi kolonisasi contohnya Lactobacilli vs bakteri patogen, merubah respon imun, dan mengatur ekspresi gen colonocyte (Fooks dan Gibson, 2002; Steer et al., 2000).
            Satu dari alasan penggunaan probiotik yaitu untuk menstabilkan mikroflora pencernaan dan berkompetisi dengan bakteri patogen, dengan demikian strain probiotik harus mencapai usus dalam keadaan hidup dalam jumlah yang cukup. Secara umum, ada beberapa karakteristik dan kriteria keamanan yang harus dimiliki oleh probiotik yaitu : nontoksik dan nonpatogenik; mempunyai identifikasi taksonomi yang jelas; dapat hidup dalam spesies target; dapat bertahan, berkolonisasi dan bermetabolisme secara aktif dalam target yg ditunjukkan dengan ketahanan terhadap cairan pencernaan dan empedu, persisten dalam saluran pencernaan, menempel pada ephitelium atau mucus, berkompetisi dengan mikroflora inang; memproduksi senyawa antimikrobial; antagonis terhadap patogen; dapat merubah respon imun; tidak berubah dan stabil pada waktu proses penyimpanan dan lapangan; bertahan hidup pada populasi yang tinggi; mempunyai sifat organoleptik yang baik (Gaggia et al., 2010).
  
Jenis Probiotik

            Bakteri yang umum digunakan sebagai probiotik yaitu Lactobacillus dan Bifidobacteria, kedua jenis bakteri ini dapat mempengaruhi peningkatan kesehatan karena dapat menstimulasi respon imun dan menghambat patogen. Satu faktor kunci dalam seleksi starter probiotik yang baik yaitu kemampuannya untuk
bertahan dalam lingkungan asam pada produk akhir fermentasi secara in vitro dan kondisi buruk dalam saluran pencernaan atau in vivo. Ketahanan probiotik pada kondisi in vitro dapat dipengaruhi oleh pembentukan metabolit oleh starter seperti asam laktat, asam asetat, hidrogen peroksida dan bakteriosin (Saarela et al., 2000).
            Berbagai jenis mikroorganisme yang digunakan sebagai probiotik diisolasi dari isi usus pencernaan, mulut, dan kotoran ternak atau manusia. Pada saat ini, mikroorganisme yang banyak digunakan sebagai probiotik yaitu strain Lactobacillus, Bifidobacterium, Bacillus spp., Streptococcus, yeast dan Saccharomyces cereviceae. Mikroorganisme tersebut harus non-patogen, Gram positif, strain yang spesifik, anti E. coli, tahan terhadap cairan empedu, hidup, melekat pada mukosa usus, dan minimal mengandung 30 x 109 cfu/g (Pal et al., 2006; Salminen et al., 1996).

DAFTAR PUSTAKA

Brooks, G.F., J.S. Butel, L.N. Ornston, E. Jawetz, J.L. Melnick, E.A. Adelberg, 1996. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi 20. EGC. Jakarta.

Cervantes, H. 2007. Antibiotic Feed Additives: Politics and Science. Phibro Animal Health,Watkinsville, Georgia, USA.

Cruywagen, C. W., I. Jordan and L. Venter. 1996. Effect of Lactobacillus acidophillus supplementation of milk replacer on preweaning of calves. J. Dairy Science. 79 : 483-486.

Feighner, S. D. dan M. P. Dashkevicz. 1987. Subtherapeutic levels of antibiotics in poultry feeds and their effects on weight gain, feed efficiency, and bacterial cholyltaurine hydrolase activity. Appl. Environ. Microbiol. 53:331-336.

Fooks, L.J. dan G.R. Gibson. 2002. In-vitro investigation of the effect of probiotics and prebiotics on selected human intestinal pathogens. FEMS Microbiol. Ecol. 39: 67 – 75.

Foye, W.O., 1974. Principles of Medical Chemistry. Second Edition. Lea and Febriger.

Fuller, R. 1992. The importance of Lactobacillus in maintaining normal microbial balance in the crop. British Poultry Sci. 18:85.

Gaggia, F., P. Mattarelli dan B. Biavati. 2010. Probiotic and prebiotics in animal feeding for safe food production. Intl. J. Food Microbiol. 14: 515 – 528.

Ganiswara, S.G., R. Setiabudy, dan F.D. Suyatno, 1995. Farmakologi dan Terapi Edisi IV. Editor Purwantiasrtuti dan Nafrialdi. Universitas Indonesia. Jakarta.

Hawkey P.M. 1998. The origins and molecular basis of antibiotic resistance. Biology Molecular Journal 1; 317(7159) :657-660.

Indrawani, I.M., 1987. Kajian Terhadap Beberapa Antibiotika Sebagai Feed Additive Dalam Ransum Ayam Broiler. Tesis. FPS. UGM. Yogyakarta.

Kusumaningsih, A., T.B. Murdiati, S. Bahri, 1996. Pengetahuan peternak tentang waktu henti obat dan hubungannya dengan residu antibiotika pada susu. Media Kedokteran Hewan , FKH. Universitas Airlangga, Surabaya. 12:260-267.

McDonald, P.,A.R.Edwards, J.F.D. Greenhalgh and C. A. Morgan. 2002. Animal Nutrition. 6th Ed. Ashford Colour Press Ltd., Gosport, British.

Pal, A., L. Ray dan P. Chattophadhyay. 2006. Purification and immobilization of an Aspergillus terreus xylanase: Use of continuous fluidized column reactor. Ind. J. Biotechnol. 5: 163 – 168.

Saarela, M., G. Mogensen, R. Fonde, J. Matto and T.M. SANDHOLM. 2000. Probiotic bacteria: Safety, functional and technological properties. J. Biotechnol. 84: 197 – 215.

Salminen, S., E. Isolauri dan E. Salminen. 1996. Clinical uses of probiotics for stabilizing the gut mucosal barrier: Successful strains and future challenges. Antonie van Leeuwenhoek 70: 347 – 358.

Steer, T., H. Carpenter, K. Tuohy, G.R. Gibson dan T.E. Steer. 2000. Perspectives on the role of the human gut microbiota and its modulation by pro- and prebiotics. Nutr. Res. Rev. 13: 229 – 254.

Van Den Bogaard, A.E., N. Bruinsma, dan E.E. Stobberingh. 2000. The effect of banning avopracin on VRE carriage in the Netherlands (five abattoirs) and Sweden. J. Antimicrob.Chemother. 46 (1): 146-148.

Wahju, J. 2004. Ilmu Nutrisi Unggas. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.


Wilson and Schild, 1961. Applied Pharmacology. Tenth Edition. Little Brown Company-Boston.

Jumat, 26 Juli 2013

Goth? Apa itu?

Goth adalah suatu subkultur dari orang-orang yang punya ciri khusus dalam fashion, selera musik, dan gaya hidup. Goth memiliki karakteristik sebagai berikut :


1. Menyukai warna hitam
Goth identik dengan warna hitam. Banyak goth memakai pakaian hitam, mengecat rambut dengan warna hitam, memakai eyeliner hitam, dan berbagai aksesoris bertema hitam. Tapi tidak semua goth selalu mengenakan warna hitam, beberapa macam goth (misalnya cyber goth) juga memakai warna-warni terang untuk dikombinasikan dengan warna hitam.

2. Menyukai hal-hal "gelap"
Goth suka dengan hal-hal yang gelap & seram, misalnya literatur horror, bangunan seram seperti rumah angker, gereja tua, dan kuburan, juga menyukai tema-tema film & seni yang seram seperti kematian dan lain-lain.

3. Menyukai musik goth
Musik yang bisa diklasifikasikan sebagai musik goth itu masih rancu. Band-band post punk era 80an seperti Bauhaus, Sisters of Mercy dan Siouxsie and the Banshees sudah pasti goth. Ada beberapa genre musik yang disebut sebagau goth, seperti darkwave, ethereal, dethrock, industrial, dan EBM (Electronic Body Music). Tapi  kaum purist menyatakan bahwa genre-genre ini bukan goth. Pada era modern banyak bermunculan band-band yang "goth atau bukan", terutama  mereka yang punya genre metal. Masalahnya genre-genre musik ini terdengar bertentangan satu sama lain.  Deathrock vs EBM, keras vs lunak tetapi sama-sama gelap. Karena itu banyak yang berkesimpulan bahwa semua musik gothic itu "gelap" dalam hal irama ataupun liriknya.

4. Punya gaya hidup alternatif
Maksudnya, gaya hidup yang tidak biasa dilakukan oleh orang-orang pada umumnya.Goth bersosialisasi di tempat-tempat yang berbeda dengan non-goth, punya hobi, fashion dan pekerjaan yang berbeda dengan non-goth.
Hal-hal ini tentunya bisa diterapkan oleh subkultur manapun, misalnya punk atau hippie. Seringkali goth & subkultur lainnya menjadi sulit dibedakan.
Jika seseorang suka berpakaian aneh, terutama warna serba hitam, menyukai hal-hal yang gelap, suka mendengarkan musik yang gelap, dan hidup dengan cara tak biasa, seringkali dia akan dicap sebagai goth.

JENIS-JENIS GOTH
1. Trad goth
 
Trad goth (traditional goth) adalah gaya pertama kali dipopulerkan oleh band-band goth era 80an (Bauhaus, Siouxsie and the Banshees, The Cure) dan dipengaruhi oleh genre punk. Ciri-cirinya aitu rambut sasak, terlihat punk, pakaian informal. Gaya fashion yang edgy, bahan kulit, fishnet, stocking yang robek, tengkorank, dan rantai.
2. Romantic goth
 
Romantic goth adalah goth yang mengapresiasi seni dan keindahan yang gelap, misalnya puisi, lagu-lagu sentimental yang gelap, mawar merah, pohon mati, bangunan tua yang artistik, drama cinta yang penuh kesedihan. Mereka suka musik yang tenang, klasik, dan sedih. Mereka identik dengan pakaian klasik dan renda, tidak hanya hitam tetapi juga warna-warna lain yang gelap, makeup yang lebih lembut (kulit sangat pucat vs makeup mata yang berat seperti cat eye & smokey eyes), perhiasan klasik, suasana yang tenang dan sepi, cerita roman yang sedih. 
3. Cyber goth
 
Cyber goth disebut sebagai antitesis dari goth. Mereka menyukai warna-warni neon selain hitam, teknologi (gadget), musik techno & industrial bernuansa gelap, masker, makeup yang mencolok. Platform boots, fishnet, choker kulit, jaket & celana kulit, vest, leg warmer adalah bagian dari kostum favorit mereka.
4. Fetish goth
Fetish goth adalah goth yang paling mengumbar seksualitas. Mereka suka pakaian yang edgy dan seksi, bahan PVC, korset dan fishnet. Mereka suka musik-musik bertema seksual. Mereka juga punya minat dengan fetish & BDSM (optional sih sebenarnya)
5. Hippy goth
 
Hippy  goth mencintai alam, lingkungan, dan hewan. Mereka umumnya suka magic & okultisme (tidak selalu), banyak hippy goth yang menganut kepercayaan pagan atau wicca. Genre musik kesukaan mereka adalah pagan rock, folk music (terutama celtic).
6. J-goth (gothic lolita)
 
Mereka suka pakaian yang konservatif, renda, ruffle dan bahan satin. Mereka suka fashion Jepang, terlihat seperti karakter anime, suka penampilan seperti boneka porselen dengan mata besar dan bibir mungil, suka hal-hal yang manis & berbagai jenis musik (tetapi tidak suka musik yang keras).
7. Victorian goth
 
Mereka suka fashion dan literatur era Victoria, makeup lembut, penampilan aristokrat dan anggun, gaun besar dan korset, mencintai seni seperti puisi, roman & teater.
8. Bubble goth
 
Bubble goth dipopulerkan oleh penyanyi asal Estonia yang eksentrik, Kerli. Musiknya adalah pop dengan sentuhan techno dan rock. Bubble goth adalah gabungan antara hal-hal yang cute dan creepy. Fashion berupa gabungan antara korset, renda, dan cyber. Warna tidak hanya hitam, tetapi juga warna pastel dan putih. Makeup lembut. 
9. Vampire goth
 
Vampire goth menyukai segala sesuatu tentang vampir (cerita, puisi, film, lagu), fashion elegan, makhluk mistis (vampir, werewolf), peti mati, kastil, kuburan, darah. 
10. Medieval Goth
 
Medieval Goth menyukai seni era Renaissance. Fashion era medieval dengan bahan pakaian yang flowy & ringan, rok panjang. Menyukai makhluk mistis (gargoyle, peri), kastil, folk music.
11. Steampunk goth
 
Steampunk goth adalah gabungan antara victorian & cyber goth. Mereka suka hal-hal futuristik dan klasik, aksesoris logam (umumnya tembaga dan perunggu), senjata handmade, cerita-cerita petualangan dan fantasi. 
12. Cabaret goth
 
Cabaret goth menyukai style era 50an (burlesque) dengan pakaian yang lebih seksi seperti korset, garter, fishnet, makeup berat, musik klasik atau lama.
13. Geek Goth
   
Geek goth menyukai pakaian casual, t-shirt yang bisa dipakai untuk pakaian sehari-hari, aksesoris yang tidak mencolok. Mereka adalah geek, menyukai & mengoleksi segala sesuatu yang jadi favorit mereka (misal komik manga, video game), suka cerita fantasi & sci-fi.
14. Corp Goth
 
Corporate goth (corp goth) memakai pakaian formal, sopan karena mereka adalah goth yang bekerja di kantor. Makeup tidak mencolok, tetapi cukup menimbulkan kesan gelap & misterius.
15. Tribal Goth
Tribal goth mengkombinasikan gaya khas kostum belly dance (timur tengah) dan goth serta berbagai aksesorisnya. Mereka menyukai musik etnik.
16. Fairy Goth
Fairy goth menyukai dongeng, fantasi, dan musik lembut (melodic, instrumental). Hampir seperti romantic goth, tetapi gaya fairy goth seperti karakter dongeng dan mereka menyukai makhluk khayal. Warna yang dipakai tidak hanya hitam.
17. Gothabilly
Gothabilly adalah campuran dari goth, punk, cabaret. Mereka suka musik yang dipengaruhi aliran musik tahun 50an, swing, country, dan punk. Mereka suka zombie, tattoo & rambut warna-warni, animal prints, dan dark humor.
18. Baby bats
Baby bats adalah julukan dari orang dewasa untuk remaja goth di bawah umur 18 yang masih labil. Mereka suka musik-musik keras (punk, rock, metal), techno. Mereka berpendapat bahwa goth harus punya kulit pucat dan warna hitam itu wajib. Baby bats umumnya emosional karena mereka masih remaja.
Terima kasih sudah membaca postingan ini!
Sumber:
www.blackwaterfall.com

Kamis, 25 Juli 2013

Bagaimana Kehidupan Seorang Goth?

 

Goth adalah orang-orang yang unik, mereka memilih "sisi gelap" dari kehidupan. Banyak yang mengagumi gaya mereka, banyak juga yang menganggap mereka norak, gila, cari sensasi, dan lain-lain (pendapat yang jelek-jelek). Jika kamu menganggap diri kamu adalah goth - atau ingin jadi seorang goth, baca dulu petunjuk ini..

1. Pastikan bahwa kamu bukan seorang poser alias alay. Menjadi seorang goth adalah menjadi dirimu sendiri, bukan karena kamu ingin cari perhatian untuk dianggap keren. Jika kamu menjadi goth hanya untuk gaya-gayaan, ingin kelihatan beda, atau cuma numpang eksis, padahal sebenarnya tidak berminat - lebih baik berhenti. 
 
alay detected

2. Anggapan masyarakat. Tidak perlu terpengaruh pada perkataan orang-orang tentang stereotype goth yang "tenggelam dalam kegelapan"
  • Goth selalu pakai baju hitam. Eh..kata siapa? Ada banyak tipe goth. Bahkan cyber goth adalah kaum goth yang hobi bermain warna-warni neon, tidak harus hitam
  • Goth selalu depresi. Sifat tiap orang berbeda-beda, bahkan ada goth yang sifatnya periang & sangat sosial. Tidak perlu sengaja membuat diri jadi depresi atau menyakiti diri sendiri jika kamu ingin jadi goth
  • Goth selalu identik dengan rokok, narkoba, alkohol, kriminal. Ini sama sekali tidak benar. Ada sebagian goth yang begitu, tapi itu tergantung kepribadian masing-masing. Faktanya banyak orang yang bukan goth justru hobi merokok, narkoba, mabuk-mabukan & perbuatan nista lainnya
  • Goth memuja setan atau roh jahat. Makanya ada anggapan bahwa goth itu kafir. Ini juga tidak benar. Banyak goth yang beragama Kristen, Muslim & agama-agama lainnya. Jadilah diri sendiri & tetaplah menjalankan agama yang kamu yakini.

3. Pilih selera musik kamu. Tidak ada aturan khusus dalam memilih selera musik sebagai seorang goth. Genre musik goth ada bermacam-macam : Deathrock, Ethereal, Dark Cabaret, Darkwave, Post-Punk, dan Gothic Rock. Banyak juga goth yang suka musik Industrial. Musik-musik lain yang bukan gothic tapi juga disukai goth adalah EBM, Synth Pop, Electronic music, New Age, dan Classical. Menjadi seorang goth bukan berarti hanya mendengarkan Gothic Rock, boleh juga mendengarkan genre musik lainnya

  

4. Hobi dan minat kamu. Goth biasanya kreatif. Sebagian besar goth suka musik, menulis cerita atau puisi, atau menggambar. Genre bacaan yang disukai goth adalah horror, supernatural, drama, romance, dan classic. Namun tidak pandai dalam bidang seni bukanlah halangan untuk menjadi seorang goth.



5. Penampilan. Goth suka warna rambut yang gelap atau justru terang. Goth tidak hanya memakai baju hitam, tetapi juga biru tua, ungu tua, atau merah (atau warna lainnya). Makeup berwarna pucat, dengan eyeliner & eyeshadow gelap, lipstik gelap atau sangat pucat. Asesoris yang populer adalah rantai, spikes, choker, atau perhiasan yang elegan. Banyak goth suka memakai sepatu boot, corset, baju-baju old fashioned, banyak juga yang suka piercing & tattoo (tapi tidak semua goth).

gothic makeup

fashion & accessories

Sekedar menegaskan, jangan jadi goth bohongan alias alay hanya untuk cari sensasi. Goth bukan sekedar gaya bermusik & penampilan, tetapi bagian dari kepribadian. Goth akan selalu ditentang oleh masyarakat & kaum mainstream, jadi siapkan mentalmu jika kamu adalah goth atau ingin menjadi seorang goth.


terima kasih sudah membaca postingan ini!