Sabtu, 09 November 2013

Menghitung Kebutuhan Energi dan Protein untuk Ayam Petelur


MENGHITUNG KEBUTUHAN ENERGI METABOLIS DALAM RANSUM AYAM PETELUR

EM ransum digunakan untuk hidup pokok (maintenance), aktivitas, produksi jaringan (untuk ayam yang masih tumbuh, pada ayam dewasa tidak dihitung karena tidak terjadi pertambahan bobot badan), pertambahan lemak (pada ayam dewasa), produksi telur.

1. Kebutuhan Energi Metabolis untuk Hidup Pokok (Maintenance)

EM maintenance = ENm : Efisiensi penggunaan EM menjadi energi netto

Keterangan :
ENm (energi netto untuk metabolisme basal) = 83 x bobot badan (kg) pangkat 0,75
Efisiensi penggunaan EM menjadi energi netto = 82%

2. Kebutuhan Energi Metabolis untuk Aktivitas

Derajat aktivitas ayam yang dipelihara dalam kandang cage diperkirakan 37% dari kebutuhan hidup pokok.
EM aktivitas  = 37% x EM maintenance

3. Kebutuhan Energi Metabolis untuk Produksi Jaringan

Berlaku untuk ayam yang masih tumbuh & masih mengalami pertambahan bobot badan. Ayam petelur bertelur pertama kali pada umur sekitar 20 minggu dengan bobot badan 1340 g.

EM jaringan = kandungan energi karkas (kkal/g) x PBBH (g)

4. Kebutuhan Energi Metabolis untuk Pertambahan Lemak

Berlaku untuk ayam yang sudah dewasa. Ayam petelur dewasa mendeposisikan lemak sebanyak 2 g per hari. 1 g lemak memeiliki energi 9 kkal, sehingga energi dari lemak yang dideposisikan per hari adalah 18 kkal.

5. Kebutuhan Energi Metabolis untuk Membentuk Sebutir Telur 

Jika bobot telur 60 g, energi yang diperlukan adalah 86 kkal/butir.

MENGHITUNG KEBUTUHAN PROTEIN DALAM RANSUM AYAM PETELUR

1. Kebutuhan Protein untuk Hidup Pokok (Maintenance)

= ekskresi N x Bobot Badan (kg) pangkat 0,75 x konversi N ke protein
     Efisiensi Penggunaan Protein

Keterangan
ekskresi N = 250 mg/kg bobot badan
konversi N ke protein = 6,25
efisiensi penggunaan protein = 61% (pada ayam petelur), 67%(pada broiler)

2. Kebutuhan Protein untuk pertumbuhan Bulu

= PBB (g) x %bulu x protein bulu
    Efisiensi Penggunaan Protein

Keterangan
Kebutuhan protein bulu adalah 4% BB saat umur 3 minggu, meningkat menjadi 7% pada umur 4 minggu, setelah itu relatif tetap
Protein bulu = 82%

3. Kebutuhan Protein untuk  Pertambahan Jaringan

= PBB x protein karkas
   Efisiensi Penggunaan protein

4. Kebutuhan Protein untuk Produksi Telur

= berat telur (g) x protein telur
   Efisiensi Penggunaan Protein

Sebutir telur mengandung 12% protein.
Berat telur rata-rata selama fase 1 = 56 g mengandung 6,7 g protein, efisiensi penggunaan protein 61% sehingga protein untuk pembentukan sebutir telur per hari = 6,7 : 0,61 = 10,98 g
Berat telur meningkat pada fase 2  sehingga proteinnya meningkat menjadi 7,4 g. Protein untuk pembentukan sebutir telur per hari = 7,4 : 0,61 = 12,13 g

Contoh soal

Seekor ayam petelur dewasa dengan BB 1600 g dipelihara dalam kandang cage. Konsumsi ransum 120 g per hari, bobot telur yang dihasilkan 60 g. Berapa EM dan protein yang harus tersedia dalam ransum?

Jawab
EM maintenance = (83 x 1,6^0,75) : 0,82 = 143,997 kkal/ekor/hari (dibulatkan menjadi 144)
EM aktivitas  = 37% x 144 = 53,28 kkal/ekor/hari
EM pertambahan lemak = 18 kkal/ekor/hari
EM produksi telur = 86kkal/ekor/hari

EM yang harus tersedia dalam ransum 
kebutuhan energi metabolis    x 1000 
   konsumsi ransum per hari
(144 + 53,28 + 18 + 86) x 1000 
             120
= 2510,6 kkal/kg

Protein maintenance = (250 x 1,6^0,75 x 6,25) : 0,61 = 3644 mg = 3,64 g
Protein untuk pertumbuhan bulu = (0 x 7% x 82%) : 0,61 = 0 (karena tidak terjadi pertambahan BB)
Protein pertambahan jaringan = 0 (karena tidak terjadi pertambahan BB)
Protein untuk produksi telur = (60 x 12%) : 0,61 = 11,8 g

Protein yang harus tersedia dalam ransum
kebutuhan protein    x 100%
   konsumsi ransum 
= (3,64 + 11,8) x 100%
        120
= 12,87%

Semoga cukup jelas & bermanfaat!

Sumber : 
Sukamto, B. 2013. Kebutuhan Energi dan Protein Ransum Unggas. UPT Undip Press, Semarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di sini, tapi gunakan bahasa yang sopan & jangan menyinggung suku, agama / ras