Kamis, 26 Desember 2013

Animal Cruelty dalam Peternakan Unggas

Banyak sisi gelap dari industri peternakan. Dari waktu ke waktu, permintaan konsumen akan produk-produk ternak selalu mengalami peningkatan. Hal ini tidak lepas dari kampanye gizi yang meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sumber protein hewani, maupun perbaikan kondisi ekonomi masyarakat yang  meningkatkan daya beli terhadap produk peternakan.

Demi memenuhi kebutuhan konsumen, segala upaya dilakukan oleh peneliti dan peternak untuk meningkatkan produktivitas ternak. Seringkali peningkatan produktivitas tidak diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan ternak. Berikut ini adalah kasus-kasus pengabaian animal welfare di industri peternakan unggas.

1. Masalah kepadatan

Ayam broiler berdesak-desakan di kandang yang padat. 
Tidak ada cukup ruang untuk bergerak. Kelembaban udara, karbon dioksida, dan kadar amoniak sangat tinggi, litter selalu basah dan kotor sehingga menurunkan kesehatan ayam. 


Tubuh ayam berlumur feses dan litter karena kandang yang kotor

 
Kulit yang teriritasi oleh amoniak

Tiap unit kandang baterai idealnya diisi 1 ekor ayam, maksimal 2 ekor. Namun banyak peternak yang memasukkan lebih dari 3 ekor ayam (dalam gambar ini ada 7 ekor ayam). Ayam tak bisa bergerak dan mengalami cacat karena posisi tubuh selalu sama. Ayam dengan tulang bengkok banyak ditemukan pada peternakan semacam ini.

2. Beak trimming

Beak trimming banyak dilakukan di peternakan ayam petelur untuk mencegah ayam mematuk-matuk telur. Ujung paruh dihilangkan dengan electrical debeaker saat ayam masih kecil (periode starter). Rasa sakit, infeksi dan kesulitan makan adalah dampak yang paling sering terjadi akibat beak trimming.

3. Pemusnahan ayam afkir

DOC jantan dimusnahkan di perusahaan penetasan karena tidak berguna untuk peternak ayam petelur, dan secara genetis tidak efisien untuk dipelihara sebagai ayam pedaging. Pemusnahannya dengan cara merebus hidup-hidup dan dikeringkan 

Quick and easy: A crate of newborn chicks is tipped into a pot of boiling water as the mass extermination of poultry continues in China triggered by the current outbreak of H7N9 bird flu in the country
Pemusnahan ayam dengan direbus hidup-hidup

OK Foods Laps
Decompression, yaitu ayam ditempatkan dalam silinder besar dengan tekanan udara tinggi dan kadar oksigen yang sangat rendah. Kematian terjadi secara lambat akibat kekurangan oksigen.

Killing foam, yaitu membunuh ayam dengan busa. Zat kimia dalam busa menyebabkan iritasi mata, membren mukosa, dan kulit serta mengganggu respirasi ayam

4. Kecacatan akibat pertumbuhan yang terlalu cepat

 
Ayam broiler lumpuh karena pertumbuhan tulangnya tidak mampu mengimbangi pertumbuhan daging yang pesat (dyschondroplasia)

5. Pemuasaan pada Ayam di Breeding Farm

Ayam pembibit harus selalu terkontrol bobot badannya. 
Pemuasaan adalah salah satu cara mengontrol bobot badan, namun seringkali dilakukan secara tidak layak sehingga ayam menderita kelaparan dan kekurangan nutrien

6. Force feeding

Force feeding dilakukan pada bebek dan angsa dengan corog logam yang beresiko merusak esofagus. Esofagus yang berdarah, paruh & lidah rusak adalah efek yang paling sering terjadi. Force feeding dilakukan untuk penggemukan dan memperoleh bobot hati yang besar. 

Demi menghasilkan hati yang besar & berlemak (= foie gras)

Alt
kiri : hati dari bebek dengan force feeding, sangat besar & pucat
kanan : hati bebek normal

Ducks are immobilized in cages without escape from the force feeding, living and dying in cruelty and pain. 
Bebek & angsa juga dipelihara dalam single cage berukuran sangat sempit sehingga tak bisa bergerak, seringkali menyebabkan luka dan cacat

7. Transportasi dan Pemotongan

Pengangkutan ayam selalu begini. Dijejalkan di boks yang sempit, ditumpuk-tumpuk. 

Di Indonesia, ayam dibawa dengan sepeda motor dalam posisi dibalik. 
Kepala ayam bisa saja terjepit jeruji roda

Ayam tiba di rumah pemotongan unggas (RPU) dengan berlumur kotoran mereka sendiri

Di RPU yang menggunakan mesin, semua dilakukan secara cepat. Banyak ayam yang belum benar-benar mati saat penyembelihan, mereka masih hidup saat dicelupkan air panas untuk proses pembersihan bulu

madani-halal-slaughtered-chicken

Penyembelihan unggas yang menggunakan mesin seperti ini, yang memutar sekaligus memotong leher unggas

Semoga artikel ini mampu memberi informasi yang berguna untuk Anda, sekaligus membuka mata mengenai fakta di balik makanan yang Anda santap.

Sumber :

 
 
Cruelty behind your favorite foods


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di sini, tapi gunakan bahasa yang sopan & jangan menyinggung suku, agama / ras