Senin, 09 Desember 2013

Jadilah Konsumen Cerdas (Part 2) : Paranoid pada Bahan Kosmetik, Perlukah?

Halo lagi!


Postingan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya mengenai perlunya kecermatan dalam memilih kosmetik. Kali ini saya ingin membahas mengenai beberapa bahan penyusun kosmetik, terutama bahan-bahan yang punya reputasi buruk. Kadang-kadang kita paranoid terhadap suatu bahan, tapi belum terlalu tahu mengapa disebut berbahaya atau beresiko. 

Cek ingredients

Cari tahu tentang karakteristiknya

1. Mineral Oil


Apa itu mineral oil? Mengapa banyak dihindari oleh pemilik kulit berminyak & acne prone? Mineral oil merupakan derivat (turunan) petroleum (bahan bakar fosil / minyak bumi). Mineral oil sifatnya tidak berbau, tidak berwarna, tidak mudah teroksidasi dan bisa disimpan dalam waktu yang lama. Harganya juga murah & tidak menimbulkan reaksi alergi sehingga banyak industri kosmetik menggunakannya. Di website Paula's Choice bahkan disebutkan bahwa mineral oil tidak akan menjadi padat dan menyumbat pori. 

 
mineral oil (kiri)
petroleum jelly (kanan)


Mineral oil punya banyak nama lain, misalnya liquid paraffin, liquid petroleum, paraffin oil, paraffinum liquidum, petrolatum liquid, petroleum oil, white mineral oil, white oil. Petrolatum / petroleum jelly masih bersaudara dengan mineral oil, namun memiliki struktur yang lebih padat & seperti lilin (waxy).

Fungsi mineral oil adalah sebagai emollient, yaitu untuk melembabkan (menghidrasi kulit). Namun mineral oil memiliki kelemahan, yaitu melembabkan secara berlebihan karena mineral oil menahan kadar air secara sangat efektif sehingga kulit menjadi terlalu lembab. Jika kulit Anda sangat kering, mineral oil sangat membantu. Jika kulit Anda berminyak, penggunaan mineral oil tidak terlalu diperlukan karena mineral oil terasa greasy dan hanya akan membuat kulit terlihat makin berminyak. Mineral oil banyak digunakan dalam produk bayi (terutama baby oil dan baby cream) untuk menjaga kelembaban kulit bayi.

Mineral oil & bahan oil-based lainnya tidak bisa dituding sebagai faktor utama penyebab jerawat. Sebenarnya jerawat timbul akibat timbunan sel kulit mati dalam pori bercampur sebum dan terinfeksi oleh bakteri Propionibacterium acnes. Untuk Anda yang memiliki kulit berminyak, jerawat tak akan timbul jika Anda rajin melakukan eksfoliasi (bisa dengan scrubbing atau chemical peeling) untuk mengangkat sel kulit mati agar tidak terperangkap di dalam pori-pori, dan menjaga kebersihan kulit untuk menekan pertumbuhan bakteri.


Propionibacterium acnes

2. Paraben

Sekarang sudah banyak produk kosmetik yang mencantumkan label "Paraben Free". Sebenarnya apa itu paraben? Apakah benar-benar berbahaya sehingga harus dihindari?


Paraben adalah preservative (pengawet) dalam kosmetik. Mikroorganisme harus dihambat pertumbuhannya karena dapat menyebabkan produk cepat rusak dan membahayakan membran mukosa manusia. Paraben ada bermacam-macam, yaitu butylparaben, isobutylparaben, methylparaben, propylparaben.

Paraben memiliki reputasi yang buruk sebagai penyebab kanker. Hasil penelitian di tahun 2004 yang dilakukan oleh Darbre et al. menyatakan bahwa paraben ditemukan dalam 20 sampel kanker payudara. Hal ini menimbulkan kepanikan publik, sehingga sang peneliti (Darbre) segera merespon dalam tulisan di Journal of Applied Toxicology untuk menegaskan bahwa tidak ada bukti bahwa paraben menjadi penyebab kanker payudara, meskipun memang ditemukan dalam sampel sel kanker. 

Paraben sendiri merupakan phytoestrogen, memproduksi efek estrogenik yang lemah terhadap tubuh. Efeknya bahkan 10.000 kali lebih lemah daripada phytoestrogen yang berasal dari makanan maupun obat, hal ini telah dibuktikan dengan uji in vivo (Routledge et al., 1998). Paraben juga diketahui telah diproses dalam metabolisme sebelum memasuki aliran darah, sehingga tidak ada bukti yang kuat bahwa paraben bisa menyebabkan efek estrogenik. 

Paraben sebagai salah satu bahan kosmetik telah dijamin tidak menyebabkan efek estrogenik maupun kanker payudara. Jaminan ini dikeluarkan oleh The American Cancer Society yang sudah melakukan penelitian, FDA, Health Canada, dan The Personal Care Products Council.

Jadi, tidak ada alasan untuk mengkambinghitamkan paraben sebagai penyebab kanker. Reputasi buruk paraben mungkin muncul karena paraben adalah bahan kimia. Di benak orang awam, semua bahan kimia itu berbahaya dan semua bahan alami adalah aman. Kenyataannya tidak demikian. Tidak semua bahan kimia berbahaya, tidak semua bahan alami itu aman (baca di website Paula's Choice).


Pernyataan bahwa paraben itu berbahaya hanyalah mitos, atau semacam taktik dagang dari industri kosmetik untuk menaikkan citra produk.

namanya juga bisnis, promosi seperti ini tujuannya untuk menarik minat konsumen

3. Sodium Lauryl Sulfate (SLS)


Fungsi SLS adalah sebagai surfaktan anionik (pembuat busa) / detergent cleansing agent, pelarut, thickener (pengental), dan emulsifier (mencegah komponen-komponen produk menjadi terpisah). SLS biasanya menjadi salah satu bahan penyusun facial foam, sabun, pasta gigi, shampoo, sabun cuci. SLS memiliki beberapa derivat (turunan), yaitu sodium laureth sulphate, sodium laureth-3 sulphate, DEA / TEA sodium lauryl sulphate.

Sabun yang mengandung SLS dalam kadar tinggi biasanya menghasilkan banyak busa dan menyebabkan kulit terasa kering. Shampoo yang mengandung tinggi SLS juga menyebabkan rambut kering, kusut, bahkan rontok. SLS dapat menyebabkan iritasi pada mata.

SLS memiliki reputasi buruk sebagai penyebab iritasi, dan itu memang benar. Menurut artikel dalam European Journal of Dermatology (2001), kandungan SLS sebanyak 2 - 5% dapat menimbulkan alergi atau reaksi sensitivitas pada banyak orang. Menurut The American Cancer Society, surfaktan seperti SLS tidak menyebabkan kanker. Dalam website www.greenpeople.co.uk disebutkan bahwa SLS yang bereaksi dengan bahan lainnya (2-bromo-2-nitropropane-1,3-diol, DEA, MEA, TEA) membentuk nitrosating agents, yang dapat membentuk nitrosamines. Nitrosamines bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).

Untuk wajah Anda, disarankan memilih produk bebas / rendah SLS, tandanya yaitu tidak menghasilkan atau sedikit menghasilkan busa. Tujuannya yaitu agar kulit tidak kering dan teriritasi.


4. Alkohol

Alkohol hampir selalu dituding sebagai penyebab iritasi. Sebenarnya ada jenis alkohol yang sifatnya membuat kulit kering, namun ada juga yang justru melembabkan kulit.



 
ethanol

cetearyl alcohol dari palm oil
** Not Found: /note/views/spermaceti.jpg 
spermaceti, salah satu sumber cetyl alcohol
  • Ethanol disebut juga ethyl alcohol. Fungsinya dalam kosmetik yaitu antifoaming agent (mencegah timbulnya buih); antimicrobial agent; cosmetic astringent (mengurangi minyak & mengecilkan pori-pori); fragrance ingredient (bahan parfum); solvent (pelarut); viscosity decreasing agent (mengurangi kekentalan)
  • Alcohol denat adalah alkohol yang diproses dengan denaturasi. Alkohol denaturasi yang digunakan dalam kosmetik adalah Alcohol 3-A, SD Alcohol 30, SD Alcohol 39, SD Alcohol 39-B, SD Alcohol 39-C, SD Alcohol 40, SD Alcohol 40-B dan SD Alcohol 40-C. Denatonium Benzoate, Quassin, Brucine dan Brucine Sulfate. Fungsinya sama seperti ethanol.
  • Cetyl alcohol dapat berasal dari hewan, yaitu dari lilin (wax) yang ditemukan dalam spermaceti dari paus sperm atau lumba-lumba. Fungsinya adalah penstabil emulsi (emulsion stabilizer), opacifying agent & viscosity increasing agent (pengental), surfactant (menimbulkan busa), emollient (pelembab). Cetyl alcohol disebut juga 1-hexadecanol, cetanol, hexadecan-1-ol, n-hexadecyl alcohol, palmityl alcohol, adol, adol 52, adol 520, adol 54, alcohol C-16, atalco C\
  • Cetearyl alcohol adalah campuran dari alkohol lemak yang terdiri adas cetyl alcohol & stearyl alcohol yang ditemukan di tanaman, seperti minyak kelapa & palm oil. Fungsinya adalah sebagai stabilizer (penstabil larutan agar tetap kental & tidak saling memisah), sebagai  pembuat busa (surfaktan). Nama lainnya adalah cetostearyl alcohol, cetylstearyl alcohol.


Ethanol & alkohol denat tidak menguntungkan untuk jenis kulit kering & sensitif karena bisa menyebabkan kulit semakin kering, terasa perih atau timbul iritasi.  Namun keduanya bersifat sebagai astringent yang mengurangi kelebihan minyak & merapatkan pori-pori (pore tightener) sehingga sesuai untuk kulit berminyak. Toner biasa umumnya mengandung 0 - 20% alkohol (ethanol / alcohol denat), namun kandungannya dalam toner astringent mencapai 20 - 60%. 

astringent for oily skin

Cetyl alcohol & cetearyl alcohol bersifat melembabkan kulit, sehingga banyak digunakan dalam krim & lotion, conditioner rambut, masker, body butter,dan  lulur.

Semoga postingan ini bermanfaat. Stay smart, healthy & beautiful!






10 komentar:

  1. wah kritis banget yah, harus berapa jam mikir dan baca label produk sebelum beli skin care nih.
    thankyou infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. dulu aku suka main hajar aja kalo beli kosmetik, trus breakout & nyeselll.. jadi mubazir deh. kapok nggak mau gitu lagi.
      ok, sama-sama..

      Hapus
  2. Cetyl alcohol dapat berasal dari hewan, yaitu dari lilin (wax) yang ditemukan dalam spermaceti dari paus sperm atau lumba-lumba. nama lainnya -> palmityl alcohol . setau aku cetyl alcohol didapat dari kelapa sis, nama lainnya aja palmityl alcohol . Just share ya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cetyl alcohol memang nama lainnya adalah palmityl alcohol
      yg konvensional sumbernya dari spermaceti paus/lumba-lumba. tapi utk kosmetik vegan & halal (yg bebas animal ingredients), bahan alternatif utk pembuatan cetyl alcohol diperoleh dari tumbuhan (coconut oil).
      oya, ini sumbernya
      http://www.ewg.org/skindeep/ingredient/701263/CETYL_ALCOHOL/
      http://www.peta.org/living/beauty/animal-ingredients-list/
      thanks atas masukan & kunjungannya ke blog ini..

      Hapus
  3. berarti yang aman yang cetyl alcohol ma cetearyl alcohol?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. cetyl & cetearyl yg aman karena itu fatty alcohol yg nggak bikin iritasi

      Hapus
  4. mba2...mau tanya...
    ada yang tau nda..kadar bahan atau zat kimia yang diperbolehkan dalam pembuatan kosmetik....terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. pertanyaannya kurang spesifik. bahan yg mana? bahan kosmetik itu banyak banget macamnya.

      belum ada SNI untuk kosmetik (karena produsen kosmetik lokal menentangnya), ini aku carikan dari standar eropa
      http://www.leffingwell.com/cosmetics/out131_en.pdf

      Hapus
  5. sneng berkunjung ksini,, :) mau nanya kak, kalo kakak sndri skarang pke kosmetik apa?
    maaf OOT sdkit kak,, aku bca2 tu kan ada ya kosmetik yang digosok2 logam itu jadi item gtu.. dan aku pernah coba.. kira kira itu itemnya knpa ya kak,,,?tau gak?tengkyuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pakai yg homemade, emang suka bikin kosmetik sendiri. sama kids & baby products juga.
      oh itu karena reaksi logam dengan komponen susncreen. lengkapnya baca di blogku yg ini http://randomandquick.blogspot.com/2014/03/heboh-uji-merkuri-dalam-kosmetik.html

      Hapus

Silahkan berkomentar di sini, tapi gunakan bahasa yang sopan & jangan menyinggung suku, agama / ras