Selasa, 14 Januari 2014

Breakout Kosmetik dan Cara Menghindarinya


Anda pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan akibat kosmetik? Misalnya, muncul jerawat kecil-kecil setelah ganti krim pelembab, kulit gatal dan bruntusan setelah mencoba suatu bedak, dan sebagainya. Biasanya memang berukuran kecil, tapi jumlahnya tidak sedikit dan tentunya sangat mengganggu. Itu adalah tanda bahwa kosmetik yang Anda pakai menyebabkan breakout. 

Gejala breakout kosmetik umumnya adalah :
  • Breakout di sepanjang hairline (kulit di dekat rambut). Biasanya muncul karena pemakaian shampoo, conditioner, hairspray, vitamin rambut, atau gel rambut yang tidak cocok.
  • Breakout di pipi atau sepanjang cheekbones (tulang pipi). Kalau breakout cuma terjadi di situ, biasanya pemicunya adalah ingredients yang acnegenic dalam blush on.
  • Breakout di sekitar mata dan bibir. Biasanya dipicu oleh makeup mata & bibir (termasuk lipbalm), atau makeup remover Gejalanya yaitu timbul milia di sekitar mata, atau komedo dekat bibir. Milia adalah tonjolan-tonjolan kecil warna putih, isinya adalah keratin dari sel-sel kulit mati yang terperangkap dalam pori-pori. Sel-sel kulit mati tersebut tidak dapat keluar karena pori-pori tersumbat, yang dipicu oleh bahan kosmetik yang comedogenic.
milia
  • Breakout di sekitar dagu & rahang, bahkan leher. Ini bisa terjadi akibat facial wash, cleanser-toner, pelembab, foundation, bedak dll. yang tidak cocok.

Breakout selalu berujung pada penyesalan, membuat Anda berpikir : "Tahu begini, mending nggak usah coba-coba merek itu." Makanya, cek dulu ingredients dalam kosmetik sebelum Anda membelinya.
Ingredients that can trigger acne II
Ingredients dalam kosmetik yang berpotensi menimbulkan breakout

Ada beberapa panduan untuk menemukan produk yang tidak menyebabkan breakout, yaitu :
  • Hindari produk yang bertekstur krim kental, lengket, dan sulit meresap karena cenderung menyumbat pori-pori. Biasanya pada ingredients tertulis mengandung wax (= lilin).
hindari krim yang teksturnya kental, lengket, sulit meresap
  • Produk yang umumnya tidak menyumbat pori adalah yang memiliki tekstur gel, serum ringan, cair, atau lotion cair.
 
pilih produk yang teksturnya ringan
sumber gambar : kiri kanan
  • Sebenarnya minyak jenis apapun tidak menyumbat pori, hanya menyebabkan kulit terasa greasy (licin & mengkilap). Namun tidak dianjurkan untuk kulit yang sudah banyak memproduksi minyak.
kulit yang terlalu greasy tentunya terasa tidak nyaman
  • Hindari produk-produk yang mengandung bahan penyebab iritasi, seperti menthol, peppermint, eucalyptus, camphor, lemon, grapefruit, atau jeruk nipis, serta parfum (fragrance) baik yang alami maupun sintetik. Memang banyak orang yang menggunakan jeruk nipis & lemon untuk pengobatan jerawat secara tradisional, namun jika kulit Anda tergolong sensitif justru akan menyebabkan iritasi. Kulit justru akan memproduksi lebih banyak minyak, dan membuat kulit makin merah, jerawat terlihat sangat merah dan menggangu proses penyembuhan jerawat itu sendiri.
Jangan menyiram bensin ke api
Jangan memberi bahan penyebab iritasi ke kulit yang sedang marah

  • Pemilik kulit oily & acne prone disarankan untuk memilih mineral foundation yang berbentuk powder. Mineral foundation sifatnya menyerap kelebihan minyak, selain itu teksturnya ringan. Bisa juga memilih liquid foundation yang water base (berbahan dasar air), lebih baik lagi jika foundation itu dikhususkan untuk oily skin/acne prone skin. Hindari mousse/cream foundation yang sifatnya berat.
mineral powder foundation

liquid foundation

mousse foundation

Apa yang harus dilakukan jika sedang mengalami breakout?
  • Misalnya Anda baru saja ganti produk, hentikan segera pemakaian produk yang diduga sebagai pemicunya. Kembali ke produk skincare / makeup yang Anda pakai sebelum breakout.
  • Jangan memencet jerawat/komedo yang timbul dari breakout. Jagalah kebersihan wajah. 
  • Jangan memberi bahan alami yang bersifat asam & penyebab iritasi, misalnya jeruk nipis atau lemon. Kulit Anda butuh ditenangkan, bukan diprovokasi.
  • Biarkan kulit bebas bernafas, tinggalkan makeup untuk sementara (bahkan makeup yang biasa Anda gunakan sebelum kejadian breakout). 
  • Tinggalkan juga skincare yang berat seperti : pelembab yang berbentuk krim, produk yang mengandung whitening (baik alami maupun sintetik), produk perawatan kulit berminyak/berjerawat yang mengandung alkohol dalam jumlah tinggi. Beralihlah ke produk-produk yang sifatnya ringan, hypoallergenic, dan non comedogenic.
  • Jangan melakukan ekstraksi secara gegabah. Metode ekstraksi yang salah justru akan menyebabkan breakout sulit sembuh atau menimbulkan bekas (scar & noda). Konsultasikan dulu pada dokter spesialis kulit yang terpercaya.

Semoga post ini bermanfaat untuk Anda. Salam sehat selalu!

6 komentar:

  1. sy pnh pake jeruk nipis bwt obat jerawat atas saran temen2 n hsl googling. hslny bukan sembuh tnyt mlh tmbh berminyak, kusam, tmbh byk jerawatny, dah gt perih lg. ada yg blg reaksi pertama emang gt, ntr bs membaik. nyatanya smp skrg ga membaik jg mlh tmbh parah. pdhl sy ga pnh pake make up.
    duh nyesel bgt, tnyata ga semua bhn alami tu bagus bwt kulit! hny mitos belaka!

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang nggak semua bahan alami itu baik, apalagi yg sifatnya asam kuat, bahaya untuk kulit yg sensitif & gampang bermasalah. sebaiknya segera diperiksakan ke dokter saja mbak, supaya dapat solusi yg pas. semoga cepat sembuh..

      Hapus
  2. ka ada rekomendasi bbc atau foundie lokal buat kulit kombinasi dan acne prone? thanx :D
    please follback yah ^_^

    XOXO
    julitesasianipar.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo acne prone baiknya jangan pake bbc/foundie yg ada whitening deh.. ntar takutnya breakout
      bbc caring colours everlast tu bagus, lumayan ringan, oil control mantap
      oke, langsung meluncur ke blogmu..

      Hapus
  3. sebenernya gonta ganti produk tuh aman gak sih?? kulit gue oily dan gampang jerawatan.. pengennya sih setia terus sama 1 produk ya, cuman stelah kira2 setaunan muka gue yang tadinya bersih pake produk itu jadi kusem dan tumbuh jerawat lagi.. pindahlah lah gue ke produk lain..setaun kemudian ga cocok lagi..ganti lagi.. jarang banget breakout sih kalo ganti kosmetik..cuman nyokap aja ngomel tiap liat kosmetik baru "jangan gonta ganti kosmetik nanti kulitnya rusak!!" gitu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. asalkan kita ganti ke yg cocok ya nggak apa2.
      ngapain juga kita bertahan di 1 produk kalo itu nggak cocok di kulit kita hehehe..

      wah orang tua suka banget ya komentar gitu, ibuku juga. aku sih diem aja, tapi tunggu sampai kondisi kulit jadi membaik baru deh aku bilang "tuh kan ma, aku cocok pakai produk ini. yg kemarin nggak cocok. buktinya yg sekarang kulitku jadi lebih bagus"
      kalo udah gitu ibuku diem deh

      Hapus

Silahkan berkomentar di sini, tapi gunakan bahasa yang sopan & jangan menyinggung suku, agama / ras