Rabu, 16 April 2014

Perubahan Kondisi Kulit Wajah dan Adult Acne

Ada yang pernah mengalami perubahan kondisi kulit? Kalo berubahnya jadi lebih bagus enak ya... gimana kalo sebaliknya?


Adult acne memang musibah kulit yang datangnya telat. Siapa bilang jerawat itu hanya muncul di masa remaja. Memang menyebalkan, tapi ini kenyataan yang sering banget dialami oleh orang dewasa muda (usia kuliah). Mungkin pada bingung karena dulunya kulit jarang bermasalah, nggak pakai produk macam-macam wajah tetep mulus. Eh tiba-tiba muncul rombongan jerawat dan komedo yang hilang satu tumbuh seribu, muka jadi cepat kusam, berminyak dan sebagainya. Padahal nggak ada perubahan regimen skincare yang dipakai, lalu apa sebabnya?

Menurut seorang esthetician bernama Angela Palmer (2011), orang yang sebelumnya tidak pernah mengalami jerawat perlu memastikan apakah masalah kulit yang muncul saat itu benar-benar jerawat atau bukan. Kadang-kadang bisa saja itu merupakan gejala rosacea atau masalah kulit lainnya. Perlu konsultasi ke ahli kulit supaya diagnosanya benar dan pengobatannya juga tepat sasaran.

Adult acne atau masalah yang lain?

Prevalensi Adult Acne

Gejala awal munculnya adult acne ternyata lebih banyak dialami wanita. Pria umumnya mengalami jerawat dan produksi minyak yang ekstrim pada awal pubertas hingga beberapa tahun sesudahnya, lalu berangsur-angsur mereda.

Adult acne dipicu oleh perubahan hormonal saat menstruasi, kehamilan, perimenopause (4-6 tahun sebelum menopause) dan menopause. Adult acne yang parah juga menyertai gejala penyakit PCOS (polycystic ovarian syndrome). 

PCOS termasuk gawat, dialami 10% wanita. Terjadi karena kenaikan hormon insulin sehingga bobot badan naik tak terkontrol, ada resiko diabetes dan penyakit jantung. Terjadi juga kenaikan produksi hormon androgen (hormon laki-laki) sehingga pertumbuhan rambut berlebihan (seperti muncul kumis, rambut di kaki & tangan terlalu panjang/lebat), produksi minyak kulit berlebih dan jerawat. Memang hormon androgen itu memicu aktivitas kelenjar minyak. Selain itu ovulasi menjadi abnormal, haid tak teratur (bisa haid beberapa kali dalam sebulan atau justru tidak haid) dan meningkatkan resiko infertil (mandul). 

PCOS menimbulkan jerawat dan tumbuh rambut di muka

Menurut dermatologist di University of Alabama dalam artikel yang ditulis Gina Shaw (2010), adult acne dialami oleh :

50,9% wanita dan 42,5% pria umur 20an
35,2% wanita dan 20,1% pria di umur 30an
26,3% wanita dan 12% pria di umur 40an
15,3% wanita dan 7,3% pria di umur 50an
Wah, ternyata orang tua juga bisa kena! Kenapa pada wanita lebih banyak?

Menurut dr. Claudia Aguirre,  hormon testosteron pada pria mulai bekerja secara aktif pada saat pubertas dan relatif konstan beberapa tahun setelah pubertas. Testosteron meningkatkan sekresi minyak di seluruh tubuh, yang sangat terlihat di wajah. Jerawat pada remaja putra lebih lama sembuh dan seringkali lebih parah daripada remaja putri. Saat dewasa, aktivitas kelenjar minyak pada pria mulai normal sehingga jerawat juga berkurang drastis. 

Penyebab Adult Acne

Adult acne umumnya disebabkan oleh
- Kosmetik yang mengandung bahan comedogenic (menyumbat pori). Silahkan dibaca list-nya di sini
- Stress. Stress disertai dengan peningkatan produksi hormon kortisol sehingga mudah terjadi peradangan. Juga terjadi peningkatan hormon androgen sehingga produksi minyak naik dan pori-pori rawan tersumbat
- Penggunaan pil KB (birth control pills) yang mengandung progestin 
Mungkin untuk beberapa kasus, skincare yang dipakai tetap sama, sudah noncomedogenic dan juga oil freepula. Selain faktor stress dan kosmetik, sudah pasti lingkungan, makanan, dan pola hidup lainnya juga sangat berpengaruh.

Faktor lingkungan, tentu kita sudah tahu bahwa radikal bebas seperti debu dan polusi bisa menyebabkan kondisi kulit memburuk. Sudah rajin cuci muka dengan pembersih muka yang dijamin cocok dan sudah dipakai bertahun-tahun, kok masih jerawatan juga ya? Ternyata sinar matahari juga berpengaruh lho.

Sinar UV A menyerap lebih dalam dan dampaknya lebih tidak menyenangkan

Menurut dr. Susie Rendra, SpKK. (2009), paparan sinar matahari menyebabkan 2 macam perubahan pada kulit, yaitu
  • Visible changes (perubahan yang kasat mata), dapat dilihat langsung yaitu timbul kemerahan (sunburn) akibat paparan sinar UV B. Warna kulit juga bisa berubah menjadi lebih gelap kecoklatan (tanning).
  • Nonvisible changes (tidak dapat dilihat), hanya bisa diketahui dari pemeriksaan histopatologi. Kulit yang banyak terpapar sinar matahari mengalami penebalan sebagai upaya kulit untuk melindungi diri dari pengaruh sinar matahari. Kulit yang menebal lebih mudah mengalami penyumbatan pori-pori sehingga resiko jerawat lebih besar.
Hmm.. makanya jangan meremehkan pentingnya memakai sunscreen/sunblock ya. 

Pilih sunblock dengan ingredients yang bersifat spektrum luas agar bisa menangkal sinar UV A dan UV B

Jika gampang jerawatan, pastinya harus menghindari makanan-makanan tertentu sperti makanan yang berlemak, pedas dan manis karena mereka menyababkan kenaikan hormon androgen dan memicu produksi minyak berlebih yang menyumbat pori-pori.

Enaknya hanya sementara, dampaknya yang lama

Haruskah Mengganti Skincare?

Misalnya sudah cocok dengan sabun muka merek X, sudah dipakai sejak jaman ABG dan cocok-cocok saja, waktu kuliah kok nggak mempan mengatasi semua problem kulit yang ada. Itu tandanya kulit memerlukan perlakuan yang spesial dan spesifik. Nggak bisa dong kita memaksakan kulit untuk menerima ingredients yang udah nggak sesuai lagi untuk kulit kita. 

Jika memang sudah nggak cocok, harus beralih ke produk lainnya

Tapi sebelum mengganti skincare, ada baiknya konsultasi ke ahlinya dulu. Baik itu dokter kulit atau esthetician. Sekarang banyak juga website yang dikelola dokter kulit atau esthetician, bertebaran di mesin penelusuran Google. Konsul online dan tanya-tanya gratis sangat diperbolehkan, nggak usah keluar uang. Tapi yang paling mantap memang ketemu langsung supaya sang ahli dapat membuat diagnosa yang tepat dan menentukan pengobatan yang sesuai.

Sudah jadi rahasia umum bahwa klinik kecantikan semacam Nat****, Er**, L** biayanya mahal. Kenapa enggak ke dokter SpKK di rumah sakit aja? Cari referensi mengenai dokter & rumah sakit yang terpercaya di kotamu. Biasanya lebih ngirit kan. Syukur-syukur kalo mereka menerima asuransi kesehatan, ngiritnya bisa berlipat-lipat hehehe.. 

Tanyakan pada ahlinya

Gejala yang Mirip Adult Acne

Orang yang belum pernah mengalami jerawat perlu hati-hati memilih produk saat muncul gejala-gejala beruntusan di muka. Soalnya itu belum tentu adult acne, bisa saja yang lain. Salah diagnosis bisa fatal akibatnya. Nah, ini adalah beberapa masalah kulit yang sebenarnya bukan jerawat tapi sering dikira jerawat

Rosacea

Biasanya tidak muncul sebelum umur 35, lebih banyak dialami wanita. Tandanya adalah kemerahan, benjolan merah kecil-kecil di pipi, dagu, hidung, jidat. Penyebabnya belum diketahui, tapi sudah ada metode pengobatan yang efektif.
Penyebab rosacea masih misteri, untung bisa disembuhkan

Keratosis pilaris

Terjadi akibat serpihan-serpihan keratin (protein penyusun kulit) dari sel kulit mati terperangkap di dalam pori-pori. Hasilnya adalah benjolan-benjolan kecil berwarna putih atau kemerahan. Keratosis pilaris bisa terjadi di lengan atas, pantat, paha, dan wajah. Jika terjadi di wajah seringkali dikira jerawat.

 

Folliculitis

Folliculitis adalah peradangan pada folikel rambut, dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Sering terjadi di daerah sekitar kumis dan jenggot, yaitu saat kumis dan jenggot mulai tumbuh setelah dicukur. Folliculitis berupa benjolan kecil yang sakit dan seringkali berisi nanah. 


Miliaria rubra

Dikenal dengan istilah biang keringat, yaitu peradangan pada kelenjar keringat. Benjolan kecil-kecil berwarna merah, terasa gatal dan kadang perih.

Biang keringat sudah pasti bukan jerawat


Menangani Adult Acne

Menurut Gina Shaw (2010), adult acne bisa disembuhkan. Dokter biasanya melakukan beberapa macam tindakan:

1. Resep krim yang mengandung tretinoin/asam retinoat (turunan vitamin A) untuk mempercepat regenerasi sel
2. Gel yang mengandung 5% dapsone untuk meredakan peradangan jerawat
3. Kombinasi krim yang mengandung benzoyl peroxide dan antibiotik clindamycin
4. Pil KB yang membantu menyeimbangkan hormon
5. Antibiotik oral
Dan berbagai prosedur lainnya sesuai kondisi jerawat
Beberapa macam obat jerawat juga dijual bebas di apotik, misalnya ini



krim Vitacid yang mengandung tretinoin (tersedia dalam level 0,025 - 0,1%)

Mediklin TR, mengandung antibiotik clindamycin dan tretinoin

Benzolac, mengandung benzoyl peroxide dan antibiotik clindamycin
Obat-obat jerawat berbentuk gel seperti ini biasanya mengandung alkohol, lumayan perih dan bikin kulit kering

Sebenarnya banyak sekali metode penanganan adult acne yang bisa dilakukan sendiri di rumah, ada yang alami maupun pakai produk-produk tertentu. Tapi perlu hati-hati karena nggak selamanya tips-tips yang ada di internet selalu ampuh dan aman. Efeknyapun berbeda-beda di setiap orang. Jika dilakukan secara sembarangan takutnya malah menyebabkan kondisi jerawat semakin parah.


Salam sehat selalu!


Yang penting jangan stress, nanti tambah parah lho..


4 komentar:

  1. Wow, ga bisa semata-mata menyalahkan kosmetik aja ya, harus sadar diri juga soal pola hidup dan makanan yang disantap sehari-hari. Umurku 21, masih aja jerawatan, tapi sejak pakai diy toner saccharomyces jadi lebih baik. Tapi.. karena sedang di perkampungan, ga sempat buat toner, beberapa hari ini muncul keratosis pilaris (yang selama ini kupikir jerawat atau biang keringat). Mau ke apotek terlalu jauh jaraknya, dan satu2nya obat jerawat yang kubawa cuma Mediklin TR, menurut kak Lintang bisa ga sih untuk mengobati Keratosis pilaris?

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, pola hidup & pola makan memang berpengaruh banget.. faktor lingkungan juga (polusi udara, air yg dipakai). mediklin TR itu mengandung tretinoin kan? iya, bisa..
      produk yg mengandung bahan2 exfoliant kayak AHA, salicylic acid, lactic acid, tretinoin, adapalene bisa untuk ngobatin keratosis pilaris

      Hapus
  2. permisi kk, saya mau tanya nih.
    1. Cara nyembuhin rosacea yg bikin dy gak kambuh lagi gmn y kk? kalo bisa yg alami kk.

    2. Kak saya udah coba yg toner pitera ala kk loo, hasilnya bagus kk cuman klo sudah lama didiemi, wajah agak kusam gitu kk. Itu kenapa y kk? apa tanda gak cocok? trus kk waktu saya buat nasi tidak begitu hancur kk, cuman ada gelembung meski gak terlalu banyak n bau tape kk. Pas saya saring cairannya banyak bgt patinya kk, karena kain saringnya gak cukup tebal ntah karena pembuatan saya yg salah -.-" jadi saya pikir gimana kalo dimasukin ke kulkas aja nanti kan ngendap juga patinya, pas make saya hati2 banget kk ambil cairan pitera di atas patinya. Oia kk, saya taruh di mangkok trus ditutup dengan plastik apa gapapa kk? Hasilnya yg kayak saya bilang di atas tadi sih kk ..
    Maaf kk kalo kepanjangan ^.^v

    BalasHapus
  3. @Azzalea :
    1. biasanya untuk rosacea pakai bahan2 yg tinggi vit. A nya, tapi yah hasilnya beda2 di tiap orang.
    2. kusam itu karena nggak terlalu cocok dengan produk fermentasi. biasanya gol.darah B dan AB yg sering nggak cocok sama produk fermentasi. yg kamu bikin udah betul kok.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar di sini, tapi gunakan bahasa yang sopan & jangan menyinggung suku, agama / ras